Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

Terkait Kasus Prostitusi, PA Dibebaskan Polda Jatim

Hiburan prostitusi online prostitusi artis
Dhaifurrakhman Abas • 28 Oktober 2019 09:52
Surabaya: Mantan finalis Puteri Pariwisata Indonesia, PA, yang terlibat kasus prostitusi online dibebaskan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) pada Minggu dini hari. Dia dilepaskan setelah menjalani pemeriksaan 1x24 jam.
 
Sesaat dilepaskan, PA langsung memberikan keterangannya terhadap awak media di Polda Jatim. Dia mengklarifikasi beberapa pemberitaan terkait dirinya yang tidak sesuai dan menyinggung sejumlah pihak.
 
"Saya mohon untuk tidak membawa nama pageant Puteri Indonesia karena saya tidak pernah mengikuti ajang tersebut," kata PA, seperti dikutip Headlinenews Metro TV, Minggu 27 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PA mengaku memang pernah menjadi finalis di ajang Puteri Pariwisata Indonesia beberapa tahun lalu. Namun saat ini dia sudah tidak terikat dengan ajang kontes kecantikan apapun.
 
"Beberapa tahun ini saya bukan pelaku pageant. Saya sudah bekerja sewajarnya, di beberapa perusahaan. Saya juga punya proyek dan bisnis bersama teman dan juga freelance," sambung dia.
 
Setelah memberikan klarifikasi singkat kepada media, PA dibolehkan pulang kepolisian. Hanya saja, dia diharuskan untuk wajib lapor setiap satu kali seminggu di Polda Jatim.
 
Sebelumnya, Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar praktik prostitusi di salah satu hotel di kawasan Batu, Jatim, pada Jumat 25 Oktober 2019. Sebanyak empat orang diamankan polisi.
 
"Yang pertama adalah PA, ini perempuan yang (diamankan) di kamar hotel bersama dengan YW, itu adalah penyewa jasa," kata Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambela, di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu 26 Oktober 2019.
 
Sementara pengguna jasa PA, yakni YW merupakan seorang pengusaha swasta asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi menemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi dan lainnya saat mengamankan keduanya di dalam kamar hotel.
 
"Penggunanya seorang swasta dari NTB, keterangan KTP-nya," papar Leo.
 
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan seorang lainnya di dekat lokasi hotel. Dia diduga berperan sebagai supir yang bertugas menjemput PA.
 
Polisi juga membekuk seorang pria berinisial JL di hotel yang sama. JL diduga berperan sebagai perantara jasa prostitusi atau muncikari yang menggunakan jasa PA.
 
"Satu orang lagi inisial JL berperan sebagai muncikari yang berada juga di lokasi jadi mendampingi mengantar ke hotel," kata dia.
 
Polisi telah menetapkan JL sebagai tersangka. JL dikenai Pasal 296 juncto Pasal 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lantaran diduga telah menerima atau mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi.
 
Polisi juga sudah melakukan tes urin terhadap JL saat proses penangkapan berlangsung. Hasilnya, tersangka diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis tetrahydrocannabinol (THC).

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif