Pudori (11) dan Slamet (14) adalah dua dari sekian anak-anak yang tinggal di daerah kumuh Bantargebang. Keseharian mereka memulung dan mengumpulkan sampah. Jika berhasil mengumpulkan satu karung, mereka diberi upah Rp1.000.
Pudori menyempatkan diri ke sekolah di area Bantargebang tetapi tidak sampai jam sekolah usai. Sebab, dia harus bekerja dan mengurus rumah. Meski tinggal di kehidupan kumuh, Pudori memiliki mimpi untuk terus bersekolah.
"Saya tahu cara untuk hidup bukan hidup seperti ayah yang memulung sampah," ungkap Pudori dalam laman Naver.

Jeno dan Jaemin NCT Dream memulung sampah bersama Pudori di Bantargebang. (Foto: Dok. Good Neighbors via Naver)
Slamet sudah dua tahun meninggalkan sekolah. Slamet harus bekerja dan merawat ibunya yang dalam kondisi rabun. Dia menjadi tumpuan keluarga untuk mencari nafkah. Namun, dia tetap ingin bersekolah dan bermain seperti anak laki-laki pada umumnya.
"Jika tidak bekerja dan tidak merawat ibu, saya ingin kembali ke sekolah bersama teman-teman," kata Slamet.
Jaemin dan Jeno akan memberikan hari terbaik kepada Pudori dan Slamet dalam rangka merayakan Hari Anak. Indonesia memang merayakan Hari Anak pada 23 Juli nanti. Namun, Hari Anak di Korea Selatan diperingati pada 5 Mei.
NCT Dream bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah Good Neighbors memberi kado spesial untuk anak-anak Bantargebang. Acara ini didokumentasikan untuk tayang di channel YouTube Good Neighbors dan MBC pada 14 Mei 2019.
Good Neighbors adalah organisasi non-pemerintah di bidang kemanusiaan dan pembangunan internasional dalam bagian United Nations Economic and Social Council (UN ECOSOC). Organisasi ini didirikan sejak 1991 dan terbesar di Korea Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News