Jane Shalimar (tengah) dan kuasa hukum VA, Zakir Rasyidin (kanan) (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Jane Shalimar (tengah) dan kuasa hukum VA, Zakir Rasyidin (kanan) (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jane Shalimar Ceritakan Kronologi Penangkapan VA

Hiburan prostitusi artis
Purba Wirastama • 08 Januari 2019 00:39
Jakarta: Jane Shalimar, sahabat VA yang mendampingi dan memberi bantuan hukum, menceritakan kondisi VA saat dia temui di Mapolda Jatim pada Minggu kemarin. Menurut Jane, dia sangat syok sampai sulit berkata dan takut bertemu orang. Setelah akhirnya mereka bisa ngobrol, Jane bertanya situasi sebelum polisi menggerebek kamar hotel.
 
Menurut cerita VA, Siska meminta tolong dia untuk menjadi pembawa acara internal perusahaan keesokan harinya. Permintaan ini mendadak sehingga belum ada dokumen kontrak resmi dan pembahasan bayaran. Soal bayaran, Siska meminta VA untuk membahas lebih lanjut bersama bos perusahaan yang membuat acara.
 
"Saya tanya lagi, 'Lalu angka Rp80 juta ini keluar dari mana? Apakah ada perjanjian bayaran (MC) Rp80 juta?'" tutur Jane mengulang percakapan dengan VA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia bilang, 'Tidak ada, Kak. Tidak ada omongan yang sifatnya negosiasi nanti berapa. Dia cuma bilang, nanti saya pertemukan kamu dengan pengusaha yang punya acara. Kamu nego sendiri deh. Acara mendadak, acaranya dia,'" lanjut Jane.
 
Keesokan harinya, VA dan asistennya ke Surabaya dengan pesawat. Dia tidak melibatkan manajernya dan hanya memberi kabar akan memenuhi panggilan pekerjaan pembawa acara.
 
"Kalau saya mau aneh-aneh, ngapain saya bawa asisten?" ungkap Jane mengulang perkataan VA.
 
VA bertemu Siska di sebuah hotel Surabaya sekitar pukul 12.00. Namun seperti kebanyakan hotel, kamar VA baru tersedia pada pukul 14.00. VA pun diajak Siska untuk istirahat di kamarnya sembari menunggu kamar pesanan siap. VA bertanya soal jadwal pertemuan dengan pemilik acara, tetapi Siska meminta VA menunggu saja.
 
"Naiklah mereka. Asisten disuruh mencari makanan. Tiba-tiba, terjadilah penggerebekan itu dan lain sebagainya," ujar jane.
 
"Saya tidak bertanya detail jam berapa dan segala macam. Saya tanya yang penting, 'Kondisi pada saat itu terjadi seperti apa?' 'Saya pakai baju, Kak. Saya duduk. Saya berani sumpah, sumpah apa terserah.' Saya tidak tanya lagi lebih jauh," imbuhnya.
 
VA dan AS bersama tiga orang diamankan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim pada Sabtu siang dari tempat berbeda atas dugaan praktik prostitusi online. VA dan AS telah dibebaskan dan dinyatakan sebagai saksi korban.
 

 

(ASA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi