QR Aart karya Mr. D
QR Aart karya Mr. D

Seniman Mr. D Kembangkan Inovasi QR Code

Hiburan selebritas Karya Seni QR Code
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Oktober 2021 11:56
Jakarta: Seniman Mr. D berkarya dengan berinovasi mengembangkan QR Code, yakni menggabungkan pengkodean dalam QR Code dengan seni. Pria yang juga berprofesi sebagai musisi gitar ini berhasil membuat karya bernama QR Art.
 
"Awalnya aku lihat QR code kok bosan juga lama-lama, cuma kotak-kotak hitam. Aku berpikir, apakah bisa aku kasih berwarna. Ternyata berhasil," ujar gitaris yang populer dengan sebutan gitaris satu jari ini kepada Medcom.id.
 
Pria bernama lengkap Doddy Hernanto ini hampir tiga tahun terakhir mencari tahu membuat QR Art. Berawal dari rasa bosan, iseng, dan penasaran, Mr. D mencoba berbagai kreasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Akhirnya aku baca di majalah T3, QR ini awalnya bagaimana hingga dikembangkan orang Jepang namanya Masahiro Hara, tahun 1994. Aku baca lagi, ternyata memang masih kotak saja di negara-negara lain," tuturnya.
 
Selanjutnya, saat dia menyaksikan tayangan iklan di televisi, ada yang menampilkan QR Code. Kemudian, dia scan QR Code itu dan muncul informasi terkait produk iklan tersebut. Tak tinggal diam, Mr. D segera mempelajari pemrograman.
 
"Aku belajar pengkodean standarnya, numeric, alphanumeric, binary, dan kanji. Akhirnya aku pakai ipad, sorot pakai HP, dan aku gambar manual. Ada yang boleh dan enggak boleh. Akhirnya aku masukkan foto dan warna," paparnya.
 
qr art
 
Pria kelahiran tahun 1961 ini menjelaskan, QR Art membuat QR Code menjadi lebih dinamis dan indah dipandang. Ketika QR Art di-scan menggunakan smartphone, informasi akan muncul, baik berupa tulisan, gambar, video, ataupun animasi.
 
"Ini sebetulnya bagus untuk branding. Aku sudah buat contohnya untuk Bank Mandiri. Jadi bisa dipakai e-money karena ada identitas yang punya di kartu. Ancol juga pernah saya buatkan QR Art-nya," jelasnya.
 
Mr. D juga sempat membahas tentang filateli dengan temannya, berkaitan dengan karya QR Art. Hingga akhirnya, ia mencoba mengembangkan QR Code di perangko. Sebab, perangko masih diminati dan dikoleksi oleh sejumlah orang.
 
"Aku diminta orang kantor pos dan akhirnya aku coba. Mereka bilang belum ada yang pernah membuat di dunia sampai saat ini. Jadi perangko kalau di-scan bisa dihubungkan ke website, bisa dihubungkan ke animasi, dihubungkan ke 3D. Jadi ini hyperlink," imbuhnya.
 
"Aku punya kutipan bahwa QR Art is the queen, content is the king. Jadi ini saling berdampingan. Kalau aku buat tanpa konten, ya sekadar seni saja. Kan percuma. Jadi ini saling berhubungan," tambahnya.
 

 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif