Amalia Yunita. (Foto:Nia Deviyana)
Amalia Yunita. (Foto:Nia Deviyana)

Amalia Yunita: Hidup dari Sungai, untuk Sungai

Nia Deviyana • 27 Juni 2015 14:58
medcom.id, Jakarta: Cantik, anggun dan keibuan. Tiga kata itu mungkin tepat untuk merepresentasikan sosok Amalia Yunita Korua, pendiri perusahaan rafting Arus Liar di sungai Citarik, Sukabumi. Namun, siapa yang menyangka jika dibalik penampilannya yang elegan itu terselip jiwa petualang.
 
Ya, petualangan yang dilakukan Amalia memang bukan petualangan biasa. Ia melakukan ekspedisi pendakian gunung, menyusuri gua-gua, hingga mengarungi sungai. 
 
"Keinginan untuk bertualang tak begitu saja muncul ketika dewasa. Pada dasarnya saya memang suka petualangan sejak SMP. Saya suka camping, naik gunung, menyusuri sungai-sungai, dan petualangan yang memicu adrenalin lainnya," ungkapnya saat diwawancarai metrotvnews.com beberapa waktu lalu.

Kesulitan dan tantangan yang ditemui, tak membuat perempuan lulusan Universitas Trisakti itu kapok. Ia justru ketagihan dan ingin mencoba lagi petualangan yang baru.
 
Seiring berjalannya waktu, ia pun mulai berpikir untuk menjadikan hobinya sebagai bisnis. Keinginan yang sama, ternyata juga ada di benak sang suami, Lody Korua.
 
"Lalu kita pun melihat potensi sungai Citarik di sukabumi. Sungai ini mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan sungai-sungai yang ada di belahan dunia lainnya, dan sudah memenuhi standar dari Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation (IRF). Pada 1995, kita mulailah bisnis ini dengan nama Arus Liar," jelasnya.
 
Amalia tak menampik banyaknya orang yang memandang sebelah mata usahanya. Namun, lambat laun ia mampu membuktikan hasil kerja kerasnya.
 
"Tahun ini Arus Liar terpilih menjadi lokasi kejuaraan dunia arung jeram (World Rafting Championship) pada 29 November hingga 8 Desember 2015," imbuh Amalia, bangga.
 
Berpetualang, berbisnis, sekaligus menjaga kelestarian alam
 
Sejak mendirikan Arus Liar, Amalia sadar, sungai menjadi tempat baginya mencari nafkah. Ia pun tak mau menjadi kacang yang lupa pada kulitnya. Dalam prakteknya, Amalia juga memperkerjakan warga setempat, dan senantiasa menjaga kebersihan sungai Citarik.
 
"Ini daerah milik mereka. Saya enggak mau mereka cuma jadi penonton. Saya mau mereka juga menikmati hasil potensi alam di daerah mereka," kata dia.
 
Berbagai tantangan pun dilakoninya dengan sabar. Butuh kesabaran melatih warga setempat untuk menjadi pemandu arung jeram yang handal. 
 
"Waktu pertama kali saya mendirikan Arus Liar, saya ingin pekerja-pekerja saya berasal dari warga setempat. Tetapi kendalanya mereka enggak punya skill. Mau tidak mau, kita datangkan trainer untuk melatih mereka. Hasilnya, sekarang mereka sudah jadi pemandu-pemandu yang handal," tandasnya.
 
Selain menjadi CEO perusahaan rafting ternama, Amalia juga rajin melakukan penggalangan dana untuk para penderita lupus. Bersama Yayasan Lupus Indonesia dan kawan-kawannya, Amalia mengumpulkan dana dengan melakukan ekspedisi pendakian gunung, beberapa diantaranya Himalaya, Kilimanjaro, dan Jaya Wijaya Papua.
 
Atas dedikasinya, tak heran jika Amalia menjadi salah satu wanita inspiratif yang dipilih Wardah Cosmetics, dan dianggap bisa mengaplikasikan filosofi Earth, Love dan Life ke segala unsur kehidupan mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA