Hindia (Foto: Medcom/Basuki)
Hindia (Foto: Medcom/Basuki)

Album Menari Dengan Bayangan Diangkat ke Film, Hindia Jadi Eksekutif Produser

Basuki Rachmat • 02 April 2026 23:38
Ringkasnya gini..
  • Hindia (Baskara Putra) debut jadi eksekutif produser film adaptasi album Menari Dengan Bayangan, digarap Palari Films dan sutradara Edwin.
  • Film Menari Dengan Bayangan disebut bakal bertema coming-of-age anak SMA, dengan elemen musik dari album Hindia sebagai soundtrack utama.
  • Proyek diumumkan di ulang tahun ke-10 Palari Films, naskah digarap Winnie Benjamin dan Widya Arifianti, produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy.
Jakarta: Vokalis grup musik alternative rock .Feast, Baskara Putra atau dikenal juga sebagai Hindia, bersiap melebarkan sayap kariernya ke industri film. Ia dipastikan akan menjalani debut sebagai eksekutif produser dalam proyek layar lebar yang diadaptasi dari album debut solonya, Menari Dengan Bayangan (2019) bersama dengan rumah produksi Palari Films.
 
Film ini akan digarap oleh Edwin sebagai sutradara, dengan naskah yang dikembangkan oleh Winnie Benjamin dan Widya Arifianti. Sementara itu, kursi produser diisi oleh Meiske Taurisia bersama Muhammad Zaidy.
 
Pengumuman proyek ini disampaikan dalam acara perayaan ulang tahun ke-10 Palari Films sekaligus slate announcement 2026 yang digelar di AKR Tower, Jakarta Barat, pada Kamis, 2 April 2026. xxx

Dalam kesempatan tersebut, Baskara mengaku antusias untuk menjalani peran barunya di dunia perfilman.
 
"Ini pengalaman pertama saya jadi eksekutif produser, jadi tegang tapi excited. Cuma karena ada kawan-kawan dari Palari, ada Mas Eddy, Mas Edwin, Mbak Dede Harusnya berjalan dengan aman dan lancar. Ya, excited sih," ungkap Baskara.
Lebih lanjut, Baskara mengungkapkan keinginannya sejak lama untuk melihat karya musiknya bertransformasi ke medium lain. Ia menilai adaptasi album menjadi film merupakan peluang menarik untuk memperluas makna cerita yang telah ia bangun.
 
"Gue dari dulu pengen semua album gue yang manapun berubah bentuk, berubah format. Tapi gak harus film sebenernya. Kebetulan rezekinya album pertama, Menari Dengan Bayangan, ternyata film bersama Bung Edwin," tuturnya.
 
Meski demikian, Baskara masih enggan membeberkan detail cerita secara gamblang. Ia hanya memastikan bahwa film ini akan mengusung kisah coming-of-age dengan pendekatan orisinal yang terinspirasi dari tema-tema dalam albumnya.
 
"Untuk sinopsis gua masih belum berani bilang karena kayaknya belum boleh di announce sih. Jadi ini Cerita coming-of-age anak-anak SMA," jelasnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa seluruh materi dalam album Menari Dengan Bayangan berpotensi menjadi bagian dari elemen musikal film tersebut, meski detailnya masih dalam tahap pengembangan.
 
"Harusnya sealbum itu jadi soundtrack sih. Cuma, lagi-lagi belum bisa dibilang persisnya yang mana. The whole album is the soundtrack, sih," ungkapnya. Baskara turut mengaku mengagumi gaya penyutradaraan Edwin, yang menurutnya mampu menghadirkan pendekatan emosional kuat dalam genre coming-of-age. Kekaguman itu menjadi salah satu alasan dirinya percaya proyek ini berada di tangan yang tepat.
 
"Ya gua suka stylenya Mas Edwin gitu dari dulu. Dari yang paling recent, misalnya kayak Kabut Berduri (2024) sampai Posesif (2017). Sebagai sebuah cerita coming-of-age drama aja menurut aku gigit banget dibandingin cerita coming-of-age yang lain," ujar Baskara.
 
Di sisi lain, Baskara juga menyadari bahwa industri film merupakan dunia baru baginya. Oleh karena itu, pelantun hits "Evaluasi" itu menegaskan posisinya saat ini adalah untuk belajar dan memahami proses kolaboratif dalam produksi film.
 
"Gua pribadi masih gak tau apakah bisa diterjemahkan apa nggak ya. Pasti beda, kayaknya pasti beda, karena ini ilmu baru, industrinya beda.
And I have the utmost respect untuk orang-orang film. Gua tau ini kerja tim yang gede banget. Ya, gua di sini buat belajar juga," tutupnya.

Bocoran Sinopsis Film Menari Dengan Bayangan 

Menari Dengan Bayangan sendiri bakal menceritakan tentang Agra, seorang remaja penyendiri yang terseret ke dalam kacaunya masa sekolah.
 
Di sana, persahabatan, cinta, dan kenakalan remaja mengubah cara pandangnya tentang rasa memiliki dan kehilangan, memaksanya menghadapi ketidakpastian masa depan serta bayang-bayang masa lalu.
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA