Ariana Grande Alami PTSD Setelah Tragedi Bom Manchester
Ariana Grande (Foto: gettyimages)
Manchester: Tragedi bom Manchester tampaknya meninggalkan luka mendalam bagi Ariana Grande. Dilaporkan laman Rolling Stone, penyanyi berusia 24 tahun itu berkutat dengan gangguan stres pascatrauma atau dikenal dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) setelah tragedi tersebut.

PTSD merupakan gangguan kondisi kejiwaan yang dipicu kejadian tragis dari masa lalu atau disaksikan langsung. Kendati demikian, tidak semua orang praktis mengidap PTSD.

Dalam wawancaranya bersama British Vogue, pelantun One Last Time ini mengungkapkan pengalaman pahit yang dirasakannya usai kejadian bom Manchester.


"Sulit rasanya untuk bercerita karena banyak orang yang menderita, merasa sangat kehilangan. Namun, ini kenyataannya. Aku tahu beberapa keluarga mereka dan penggemarku, dan semua yang mengalami pengalaman pahit itu," paparnya.

Sebanyak 22 orang tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Mei 2017 itu. Ariana menolak bercerita tentang kejadian itu dan setelahnya.

"Waktu adalah hal penting. Aku merasa tidak perlu membagikan pengalamanku, aku tidak perlu mengatakan apapun. Rasanya aku tidak akan pernah bisa bagaimana cara bercerita tentang itu dan tidak menangis," lanjutnya.

Spontan setelah tragedi tersebut, Ariana membatalkan sejumlah konser dan menggelar konser amal dengan beberapa bintang ternama dalam One Love Manchester. Dari panggung konser amal tersebut ia berhasil meraup USD13 juta untuk diberikan pada korban.

Kendati konser amal tersebut sukses digelar, Ariana mengungkapkan trauma rasa cemas yang dirasakan meningkat.

"Aku selalu merasa cemas. Aku tidak pernah berbicara tentang tragedi tersebut karena aku pikir semua orang memilikinya, tetapi ketika aku pulang dari panggung tur, rasanya semakin parah dari yang pernah kurasa," lanjutnya.

Pada Agustus 2018, Ariana akan merilis album keempatnya bertajuk Sweetener. Penggarapan album ini diakui membantu proses penyembuhan Ariana.

"Aku tidak pernah terlibat. Aku merasa cenderung masuk dengan perasaan karena aku menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka. Aku banyak berbicara tentang mereka. Aku menjalani terapi," ungkapnya.

April lalu Grande merilis singel No Tears Left to Cry sebagai lagu perkenalan album Sweetener. Pada 20 Juni 2018 Ariana akan merilis singel duet terbaru The Light Is Coming bersama Nicki Minaj.



 



(ELG)