Ronal Surapradja (Foto: Medcom/Purba)
Ronal Surapradja (Foto: Medcom/Purba)

Ronal Surapradja Anggap Debat Pilpres Tak Beda dengan Kampanye

Hiburan ronal surapradja Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 17 Januari 2019 23:17
Jakarta: Komedian dan presenter Ronal Surapradja menilai debat Pilpres di Indonesia belum mampu menjadi ajang adu gagasan secara rasional. Ronal juga merasa debat selama ini tidak beda jauh dengan kampanye karena sekadar berisi jawaban indah yang mengawang dan tidak praktis.
 
Debat kandidat dimulai sebagai agenda rutin di Indonesia sejak Pilpres 2004. Menurut Ronal, masyarakat sekarang belum cukup melek politik untuk menghadapi program debat presidensial yang terhitung masih sangat baru di sini. Beda halnya dengan Amerika Serikat, misalnya.
 
"Saya berpikir begini, apakah kontestasi debat antar capres ini perlu dilakukan di Indonesia?" kata Ronal kepada Medcom.id, Kamis, 17 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena menurut saya, pelajaran atau wawasan demokrasi bangsa kita saja masih rada belum melek dan pemahaman literasi politik belum tinggi. Debat di Indonesia lebih ke unsur emosional, bukan rasional. Jadi yang dinikmati hanya gegap gempita saja, sementara esensinya kadang tidak sampai," lanjutnya.
 
Selama menyimak debat calon pemimpin, pria kelahiran 1977 ini merasa kebanyakan kandidat hanya menyampaikan kalimat indah yang normatif dan tidak menjawab pertanyaan dengan tuntas. Seandainya kandidat bisa menjawab dengan ringkas, tepat, dan mampu dilakukan, debat akan menjadi indah.
 
"Namun kalau yang saya lihat, apa bedanya (debat) dengan kampanye di ruang terbuka – selain kali ini dilakukan di media (...). Jawaban mereka kebanyakan mengawang-awang dan tidak doable, bukan jawaban yang diinginkan masyarakat kebanyakan," ungkapnya.
 
Ronal juga tidak yakin debat mampu mengubah pandangan calon pemilih yang sudah punya keyakinan sebelumnya. Dia melihat aspirasi politik di sini cenderung buta karena mendukung kandidat secara emosional dan militan, tetapi tidak rasional.
 
Kendati begitu, dia tetap akan menyimak debat pilpres sekadar sebagai bahan obrolan dan tontonan hiburan.
 
"Saya lumayan melek politik dan butuh bahan siaran, butuh bahan buat acara tv. Saya enggak ingin jadi orang yang apolitis, saya harus tahu apa yang terjadi di negeri ini, meskipun (...) banyak cerita, berita, fakta, data yang tidak diungkap di media," ungkap Ronal.
 
"Nonton sajalah, yang ini saya anggap hiburan saja," tukasnya.
 
Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Legislatif akan digelar serentak pada Rabu, 17 April 2019. Rangkaian Debat Pilpres dimulai pada Kamis malam ini, 17 Januari 2019. Edisi pertama adalah debat bagi pasangan kandidat dengan cakupan topik hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif