Seungri (Foto: Ist)
Seungri (Foto: Ist)

Riwayat Seungri Big Bang dalam Pusaran Kasus Prostitusi

Hiburan k-pop
Purba Wirastama • 15 Maret 2019 11:08
Seoul: Kasus kontroversial di Korea Selatan terkait prostitusi yang melibatkan bintang K-Pop Seungri, personel Big Bang, menjadi sorotan internasional. Satu hal yang menghebohkan penggemar K-Pop, Seungri menyatakan "pensiun dari industri hiburan" untuk melindungi citra Big Bang dan YG Entertainment.
 
Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut rangkuman cerita yang kami himpun dari SBS Australia, NME, dan sejumlah media internasional lain tentang riwayat kasus ini, dengan batas cakupan Seungri sejak isunya mulai terungkap ke publik.
 
Namun pertama-tama, siapa Seungri dan apa itu Big Bang?
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seungri, Big Bang, dan Korean Wave
 
Pemilik nama lengkap Lee Seung-hyun ini adalah pria kelahiran Gwangju, Korea,12 Desember 1990, yang sejak muda telah mengejar karier bekerja di industri hiburan. YG Entertainment, yang telah sukses melejitkan penyanyi Choi Dong-wook alias Se7en, membidik Seungri untuk audisi boyband baru benama Big Bang.
 
Seungri menjadi personel kelima setelah nyaris tereliminasi. Pembentukan grup ini dikenalkan lewat film dokumenter berseri di internet, yang berhasil mencuri perhatian khalayak. Album debut "Bigbang Vol 1 - Since 2017" dirilis pada akhir 2016 dan lumayan sukses. Dalam Big Bang, Seungri menjadi koreografer untuk sebagian besar penampilan.
 
Pada 2008, Seungri mengembangkan karier solonya dengan bermain dalam drama musikal dan menjadi presenter. Tahun itu juga, Big Bang membuat dan merilis album kedua Remember dan album debut Jepang berjudul Number 1.
 
Selain musik dan presenter, Seungri juga menjadi aktor. Dia telah bemain dalam lima film panjang dan lima serial televisi. Dia juga bermain dalam pertunjukan variety, salah satunya YG Future Strategy Office (2018) di Netflix.
 
Big Bang dikenal luas di dunia internasional dan kerap disebut-sebut sebagai Kings of K-Pop. Mereka juga dianggap sebagai ikon persebaran kultur pop Korea atau Korean Wave di lingkup global.
 
Big Bang merilis album ketiga Made (2016) yang sukses besar, sebelum grup ini hiatus karena satu per satu personelnya ikut wajib militer dua tahun. Seungri dijadwalkan wamil mulai 25 Maret 2019 mendatang.
 
Personel Big Bang dengan kasus kontroversi bukan hanya Seungri. G-Dragon pernah disidik karena mengonsumsi rokok ganja, tetapi kemudian dilepaskan tanpa hukuman. Choi Seung-hyun alias T.O.P mendapat hukuman 10 bulan penjara atas kasus pelanggaran yang sama, tetapi ditangguhkan karena wamil.
 
Sekarang, mari kita runut perjalanan kasus kontroversial Seungri sejak akhir Januari 2019. Terkait prostitusi, hukum di Korea Selatan menyatakan bisnis syahwat ini ilegal.
 
Riwayat Kasus
 
Pada 28 Januari, MBC Newsdesk merilis laporan tentang Mr. Kim yang babak belur dihajar sejumlah petugas klab Burning Sun pada 24 November 2018. Kim menyatakan kala itu dirinya sedang menolong seorang perempuan yang sedang dilecehkan secara seksual.
 
Ketika polisi tiba, Kim justru ditangkap sebagai pelaku penyerangan. Perempuan ini melaporkan penyerangan, tetapi polisi tidak melakukan tindakan. Menurut bos ekskutif Burning Son, perempuan ini diseret karena membuat keributan dan menyerang petugas. Sumber lain dari KBS News menyebut bahwa perempuan ini diberi obat terlarang sebelum dilecehkan.
 
Versi cerita lain menyulitkan Kim. Empat hari setelah kejadian, perempuan yang ditolongnya menyebut Kim berbohong. Menurut perempuan ini, dia dilecehkan oleh Kim.
 
Seungri, yang ternyata terlibat dalam manajemen Burning Sun, berada di lokasi pada malam pengeroyokan. Namun dua bos Burning Sun itu menyebut Seungri tidak ada di sana malam itu dan jarang berada di sana. Sementara itu, pihak YG menyebut Seungri sudah pergi dari sana pada sore hari sebelum penyerangan.
 
Fakta keterlibatan Seungri dalam manajemen Burning Sun berkembang menjadi beberapa versi. Pertama, Seungri mengelola klab, tetapi bukan pemiliknya. Dua, Seungri mundur dari jabatan direktur sepekan sebelum kejadian. Tiga, Seungri sudah tidak menjadi direktur eksekutif klab itu atau bisnis lain karena persiapan wamil.
 
Versi keempat diungkap sendiri oleh Seungri pada 2 Februari. Dia mengaku tidak berada di sana dan baru mendengar kejadian itu setelah beberapa hari. Menurut Seungri, dia adalah direktur promosi klab Burning Sun. Manajemen dan operasional, kata Seungri, bukan tanggung jawabnya.
 
Hari itu juga, beredar salinan percakapan teks grup antara staf Burning Sun, yang membahas taktik membawa para perempuan untuk diberikan kepada klien VIP. Rencananya, mereka mengincar para perempuan yang sedang mabuk dan mengawasi hubungan seksual klien mereka lewat CCTV.
 
Hari berikutnya, pihak Burning Sun menyatakan akan menyingkirkan ruang VIP dan meningkatkan keamanan CCTV. Pihaknya juga merilis permintaan maaf kepada Seungri. Menurut dia, Seungri hanya membantu Burning Sun sebagai konsultan dan koneksi ke para DJ asing.
 
Selama bulan Februari hingga awal Maret, isunya berkembang menjadi lebih luas. Polisi menggerebek Burning Sun dan kepolisian distrik Yeoksam. Mereka menyita sejumlah data dan barang untuk penyelidikan kasus terkait narkoba, kejahatan seksual, dan persekongkolan. Burning Sun akhirnya ditutup karena klab-klab lain di Gangnam terseret kasus narkoba.
 
Polisi menyelidiki bos eksekutif Burning Sun, termasuk Seungri. Mereka juga meminta keterangan dari para staf klab. Sementara itu, Kim dicurigai sebagai pelaku penyerangan seksual setelah polisi memeriksa rekaman CCTV.
 
Pada akhir Februari, kanal funE SBS (Korea) merilis salinan pesan teks yang diklaim telah dibagikan di antara Seungri, bos Yuri Holdings, dan staf pada Desember 2015. Yuri adalah grup perusahaan milik Seungri. Pesan ini mengisyaratkan mereka hendak merekrut pekerja seks (PSK) untuk investor asing Club Arena.
 
Pihak YG dan Yuri menyebut pesan teks tersebut palsu dan sengaja dirancang untuk menjatuhkan Seungri. Kepolisian Seoul menyatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan atas klaim adanya layanan seksual itu. Layanan seksual atau prostitusi adalah bisnis ilegal di Korea Selatan.
 
Pada hari itu juga, 26 Februari, harga saham YG Entertainment merosot jatuh.
 
Besoknya, jurnalis SBS funE menyatakan tidak ada alasan bagi mereka untuk memalsukan pesan teks tersebut. Selang dua hari, mereka menerbitkan laporan tentang asal muasal salinan teks tentang prostitusi. Sumber tersebut mengirim bukti ke komisi hak asasi manusia dan anti korupsi pada 22 Februari. Dia tidak mengirim ke polisi karena menduga polisi punya hubungan erat dengan kasus.
 
Kepolisian Seoul menyebut mereka telah menghubungi para pihak terkait, yang menyatakan bahwa pesan tersebut aslinya tidak ada. Sementara itu, salah satu bos eksekutif Burning Sun mengaku menyuap polisi KRW20 juta (won) atau sekitar Rp250 juta ketika polisi menyelidiki dugaan memasukkan anak di bawah umur ke klab.
 
Dalam perkembangan kemudian, kepolisian Seoul tahu bahwa pesan asli itu dimiliki oleh komisi hak asasi dan anti korupsi. Mereka telah meminta kerja sama secara formal untuk mendalami kasus tersebut.
 
Kembali ke Seungri. Seungri memberi pernyataan dirinya siap melakukan tes narkoba dan bersikap kooperatif dengan polisi. Dia datang ke kantor polisi dan diperiksa selama 8,5 jam. Hasil tes menyatakan dirinya negatif narkoba. Semua agenda Seungri batal, termasuk konser Big Bang di Jakarta pada 17 Maret 2019.
 
Pada 6 Maret, kasus terkait Seungri dan YG melebar lagi. Empat klab milik YG diduga mengemplang pajak.
 
Lalu pada 8 Maret, MBC News melaporkan bahwa Seungri punya investasi KRW225 juta (won) atau sekitar Rp2,8 miliar di Burning Sun. Selain tercatat sebagai promotor perusahaan, Seungri juga adalah satu dari empat bos eksekutif. Yuri juga punya 20% saham Burning Sun.
 
Setelah menyelidiki Club Arena, polisi Seoul melaporkan mereka menemukan bukti praktik muncikari, tetapi belum memastikan siapa yang terlibat. Mereka juga memastikan bahwa pesan teks tentang perekrutan PSK pada Desember 2015 adalah asli.
 
Seungri diperiksa polisi dengan tuduhan melanggar pasal undang-undang tentang muncikari dan prostitusi serta hukumannya. Dia ditetapkan sebagai tersangka.
 
Pada 11 Maret, kanal funE SBS merilis laporan lanjutan tentang isi percakapan rahasia antara Seungri dan sejumlah rekan, salah satunya Mr. Kim, yang disebut sebagai rekan Seungri dalam bisnis restoran. Nama lain yang muncul yaitu Jung Joon Young (grup musik Drug Restaurant) dan Choi Jong Hoon (grup musik FT Island)
 
Apa isi percakapan grup? Mereka berbagi video dan foto para perempuan muda yang diduga korban prostitusi. Ada juga rekaman ketika perempuan ini sedang diperkosa. Foto dan video direkam dari kamera tersembunyi. Polisi menyebut tuduhan tersebut sedang mereka selidiki.
 
Pada hari itu juga, lewat postingan Instagram, Seungri menyatakan pensiun dari industri hiburan. Dua hari kemudian, YG memastikan kontrak dengan Seungri telah diputus.
 
Joon Young dicekal setelah dia kembali ke Korea Selatan. Dia merilis permintaan maaf dan mengaku telah merekam secara ilegal.
 
Sementara itu, Kang Shin Myung, mantan Komisaris Jenderal Kepolisian Korea Selatan, menyangkal tuduhan bahwa dia terlibat dalam grup percakapan rahasia terkait prostitusi yang berisi Seungri, Joon Young, dan Jong Hoon.
 
Pada 14 Maret, Min Gap Ryong, Komjen Kepolisian Korea Selatan yang sedang menjabat, merilis pernyataan bahwa ada kemungkinan pejabat tinggi kepolisian pada masa lalu telah melakukan korupsi jabatan untuk melindungi selebritas. Dia mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait korupsi jajaran kepolisian.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif