Morbid Monke Les Escales Festival 2026 (Foto: dok. Morbid Monke)
Morbid Monke Les Escales Festival 2026 (Foto: dok. Morbid Monke)

Band Dance Punk asal Bali Morbid Monke Tuntaskan Tur Prancis, Tampil di Hadapan Ribuan Penonton

Agustinus Shindu Alpito • 03 Agustus 2026 13:41
Ringkasnya gini..
  • Morbid Monke menuntaskan Feel Alive French Tour 2026 lewat empat penampilan, termasuk di Les Escales Festival.
  • Band art punk asal Bali ini tampil di hadapan ribuan penonton dan mulai membangun fanbase serta peluang tampil di Eropa.
  • Usai tur Prancis, Morbid Monke menegaskan perjalanan internasional mereka akan berlanjut ke destinasi berikutnya.
Jakarta: Band art punk asal Bali, Morbid Monke, menuntaskan rangkaian Feel Alive French Tour July 2026, kelanjutan dari tur yang sebelumnya dimulai lewat Feel Alive Bangkok Tour pada Januari lalu. Tur ini menjadi bagian dari promosi EP Feel Alive yang dirilis pada 2025 sekaligus memperluas perjalanan internasional mereka.
 
Prancis menjadi destinasi berikutnya bagi Morbid Monke dengan empat penampilan yang berpuncak di Les Escales Festival, salah satu festival musik tahunan terbesar di Saint Nazaire. Festival yang digelar setiap musim panas di kawasan Île du Petit Maroc itu dikenal mampu menarik sekitar 40.000 hingga 50.000 pengunjung, menjadikannya salah satu agenda budaya paling bergengsi di wilayah barat Prancis.
 
Perjalanan Morbid Monke diawali melalui Warm Up Show Les Escales di Bar Le Kiosq, sebuah bar ikonik di pusat kota Saint Nazaire. Selama sekitar 60 menit, mereka membawakan materi dari EP Feel Alive di hadapan sekitar seratus penonton yang memenuhi ruangan hingga area luar.

Atmosfer pertunjukan berlangsung meriah. Penonton terus berdansa hingga lantai bar dipenuhi tumpahan bir. Road manager asal Belanda, David van der Linde, bahkan menceritakan salah satu momen yang terjadi saat lagu "Eight Ball" dimainkan.
 
"Salah satu personel Hypen Dash asal Ukraina tidak sengaja tersiram cukup banyak bir ketika lagu Eight Ball dimainkan," ujarnya.
 
Morbid Monke kemudian tampil untuk kedua kalinya di Stage Theatre De Verdure, salah satu panggung utama Les Escales Festival. Set berdurasi 45 menit itu dibuka dengan "Spread The Energy Pt. 1" yang langsung mengundang penonton mendekati panggung.
 
Di tengah penampilan, gitaris Krisna mengalami kendala ketika senar gitarnya putus saat membawakan lagu "Jump Out". Stage manager Will bersama David van der Linde segera membantu mengganti senar sehingga pertunjukan dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.
 
Insiden tersebut justru menarik perhatian kru festival terhadap pendekatan teknis Morbid Monke.
 

 
Will disebut terkesan dengan konfigurasi gitar Krisna yang menggunakan empat kanal berbeda, terdiri dari dua jalur direct dan dua jalur amplifier yang ditangkap mikrofon SM57. Salah satu kanal bahkan secara khusus menghasilkan suara noise sebagai bagian dari karakter musikal band tersebut.
 
Penampilan Morbid Monke di Theatre De Verdure ditutup sebagai penampil terakhir di hadapan sekitar 3.000 penonton.
 
Tur kemudian berlanjut ke Supersonic Club di Paris, venue legendaris yang selama bertahun-tahun menjadi panggung berbagai musisi internasional. Di sana Morbid Monke kembali membawakan set berdurasi satu jam dengan lagu-lagu seperti "When I Feel Alive" hingga single terbaru "Schizophrenic".
 
Menurut David van der Linde, antusiasme penonton di Supersonic tergolong tidak biasa untuk musim panas.
 
"In this time of the year, Supersonic ngga sold out, tapi dengan show Morbid Monke itu full banget disana, itu rare di summer juga bulan Juli, very rare. Juga orang Prancis dia curious banget about Morbid Monke, dia ngga pernah liat art-punk band dari Bali juga. The sound Morbid Monke makes itu unik banget," katanya.
 
Setelah tampil di Paris, Morbid Monke kembali ke Saint Nazaire untuk menutup tur lewat penampilan di Estuaire Stage, panggung berarsitektur kayu yang menjadi salah satu lokasi utama Les Escales Festival.
 
Selama satu jam, mereka membawakan lagu-lagu seperti "Boven Digoel", "Mary Jane", "Imperialism", hingga "Loser Doggo". Penampilan tersebut disaksikan sekitar 4.500 penonton yang memenuhi area panggung hingga ke luar venue. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika seorang penonton perempuan melakukan stage diving menjelang akhir lagu penutup.
 
Usai konser, Morbid Monke menjalani sesi tanda tangan selama satu jam di area merchandise resmi Les Escales Festival. Pengunjung membawa berbagai koleksi untuk ditandatangani, mulai dari CD EP Feel Alive, buku, kaus, hingga ilustrasi eksklusif karya Made Krisna yang selama ini menjadi identitas visual band.
 
Melihat keseluruhan rangkaian tur, David van der Linde menilai Morbid Monke berhasil membangun fondasi baru di Prancis.
 
"Saya pikir tour ini successful banget, sekarang Morbid Monke ada growing fanbase di Prancis, tapi juga ada shows opportunity dan Morbid Monke bisa had a chance in Europe. Reaksinya really good. Di Saint Nazaire banyak orang datang ke show Morbid Monke di Le Kiosq, lalu mereka membicarakan Morbid Monke sehingga menciptakan hype. Bahkan stage head dan stage manager ingin kembali bekerja sama dengan mereka. Semua personel Morbid Monke juga sangat positif. I love these guys," ujarnya.
 
Bagi Morbid Monke, berakhirnya Feel Alive French Tour July 2026 bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal dari babak berikutnya. Semangat Feel Alive yang mereka usung akan terus dibawa ke negara lain, sesuatu yang juga disimbolkan lewat desain merchandise EP mereka yang memuat tulisan "to be continued", sebagai penanda bahwa tur 2026 masih akan berlanjut ke destinasi berikutnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA