Strange Fruit (Foto: @MELLOWSPLICE)
Strange Fruit (Foto: @MELLOWSPLICE)

Strange Fruit Rilis EP Drips, Gaet Produser Internasional untuk Remix Eksperimental

Agustinus Shindu Alpito • 09 April 2026 16:52
Ringkasnya gini..
  • EP Drips jadi titik kulminasi eksplorasi 11 tahun Strange Fruit, memadukan shoegaze, krautrock, dan electronic dalam komposisi matang.
  • Single “Iridescent” dan “Monopolar” tampilkan lanskap kosmik dan melankolia, diperkuat produksi Irza Aryadiaz dan vokal Baldi Calvianca.
  • EP ini juga hadirkan remix dari Jonathan Kusuma, Hardway Bros, dan Tom Furse, memperluas spektrum musik tanpa hilangkan esensi asli.
Jakarta: EP Drips dari Strange Fruit bukan sekadar penanda kebangkitan. Bagi mereka, rilisan ini justru menjadi titik berlabuh setelah lebih dari satu dekade bereksperimen dengan berbagai warna musik.
 
Sejak EP Dolphin Leap (2015), Strange Fruit dikenal terus menjelajah beragam spektrum bunyi—mulai dari noise pop, krautrock, shoegaze, hingga acid house dan electronic leftfield. Semua elemen tersebut kini diramu menjadi empat komposisi yang terdengar lebih matang dan menyatu dalam Drips.
 
Eksplorasi elektronik menjadi salah satu terobosan utama dalam rilisan ini. Irza Aryadiaz bertanggung jawab atas departemen ritme dengan memanfaatkan perangkat seperti drum machine TR-08 dan synthesizer semi-modular Moog Grandmother. Pendekatan ini menghasilkan karakter suara yang lebih dinamis, seperti yang terdengar dalam single pertama, “Iridescent”.

“Iridescent” menghadirkan beat minimalis dengan nuansa hipnotik. Dentuman bass, gitar atmosferik, dan lapisan synthesizer berpadu menciptakan lanskap suara yang terasa kosmik. Di atasnya, vokal Baldi Calvianca mengalir emosional, seolah membawa pendengar menyelami ruang antara terang dan gelap.
 
Secara filosofi, “Iridescent” dimaknai sebagai pertemuan berbagai warna—simbol dari harapan dan pemulihan. Lagu ini menjadi semacam titik terang bagi Strange Fruit dalam menemukan arah musikal mereka.
 
Eksplorasi berlanjut dalam “Pouvoir Moteur”, lagu yang terinspirasi dari budaya Prancis dan Jerman. Dengan ritme motorik khas krautrock, lagu ini dibangun dari repetisi beat 4/4 yang konstan dan mengalir tanpa jeda.
 
“Di ‘Pouvoir Moteur’—yang berarti ‘motoric power’—kami mengambil obsesi mesin pabrik yang direpresentasikan lewat repetisi beat krautrock. Rasanya seperti menembus ruang dan waktu ketika ritmenya berjalan tanpa henti,” jelas Irza.
 
Single kedua, “Monopolar”, menawarkan pendekatan yang lebih pop namun tetap melankolis. Lagu ini menjadi salah satu yang paling mudah dicerna, dengan vokal lembut dan tekstur suara yang mengawang, membawa pendengar ke ruang antara mimpi dan realitas.
 
Visualisasi “Monopolar” digarap oleh Mellow Splice melalui video musik yang menampilkan lanskap perairan biru dengan efek visual yang menciptakan disorientasi optik. Hingga sebulan setelah rilis, video ini telah ditonton puluhan ribu kali.
 
Mellow Splice juga bertanggung jawab atas artwork Drips yang sengaja dibuat terbuka untuk berbagai interpretasi.
 
“Misteri membuat karya tetap hidup. Kami ingin cover Drips terasa seperti mimpi—tidak punya satu makna pasti,” ungkap mereka.
 
Karakter asli Strange Fruit sebagai band rock tetap terasa kuat dalam lagu “Drips”. Balutan shoegaze, noise gitar, dan elemen elektronik menciptakan atmosfer yang padat namun emosional.
 
Menariknya, EP ini juga menghadirkan reinterpretasi dari tiga produser internasional: Jonathan Kusuma, Sean Johnston (Hardway Bros), dan Tom Furse. Masing-masing memberikan sentuhan baru—mulai dari trip hop, ambient, hingga leftfield disco—tanpa menghilangkan esensi lagu aslinya.
 
“Remix tidak hanya memperpanjang umur lagu. Ia memulai ulang percakapannya,” menjadi semangat dari kolaborasi ini.
 
Proses produksi EP ini juga melibatkan Bernardus Fritz, yang membantu menyempurnakan aransemen, progresi kord, hingga vokal.
 
“Keunggulan Strange Fruit adalah kemampuan mereka menciptakan sound synthesizer yang luas dan sureal. Setiap lagu terasa seperti perjalanan lintas dimensi,” ujar Fritz.
 
EP Drips resmi dirilis pada 3 April 2026 melalui Gentle Tuesday Recordings di berbagai platform digital. Versi fisik dalam format piringan hitam dijadwalkan menyusul pada pertengahan 2026 melalui kerja sama dengan Loide Records dan TipTop Records.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA