Lagu "Amarah" diciptakan oleh Nadin Amizah bersama sejumlah kolaborator, seperti Teddy Adhitya, Baskara Putra, hingga Enrico Octaviano.
Makna Lagu "Amarah"
Lagu "Amarah" menggambarkan ungkapan cinta yang begitu dalam, tetapi terbungkus oleh rasa sakit dan kemarahan yang tak kunjung padam. Lagu ini menampilkan paradoks antara kasih dan dendam—Nadin Amizah memilih untuk tetap menyayangi seseorang melalui amarahnya, karena hanya lewat emosi itulah kenangan tentang orang tersebut masih terasa hidup di benaknya.Secara keseluruhan, "Amarah" mencerminkan pergulatan batin seseorang yang tak mampu sepenuhnya melepaskan masa lalu. Lagu ini menjadi sebuah pengakuan bahwa terkadang kemarahan adalah satu-satunya cara untuk tetap merasa dekat dengan seseorang yang telah pergi.
Lirik Lagu “Amarah” - Nadin Amizah
Dengan pisauBermata dua
Kutancapkan
Tanpa jeda
Darah siapa
Yang terbuang?
Berapa harga
Yang kubayar?
Dari wajahku
Yang mirip wajahmu
Hidung, mataku
Dosa-dosaku
Mendarah daging
Tak mungkin hilang
Menghapus diri
Rasanya kurang
Biarkan aku menyayangimu
Dalam amarah yang menggebu
Dari genggaman yang menggerus
Hanya ini yang ku mau
Jangan ambil amarahku
Jangan ambil amarahku
Hanya ini yang membuatmu
Masih hidup di benakku
Kau bertanya
Berapa umurku sekarang
Tebak apa
Rasanya bagiku sekarang
Mendarah daging
Kata orang
Tak mungkin hilang
Dari bayangan
Jika harus kumaafkan
Cepat kau 'kan terlupakan
Bertahun-tahun tak kuingat
Sekarang marahku biar lekat
Biarkan aku menyayangimu
Dalam amarah yang menggebu
Dari genggaman yang menggerus
Hanya ini yang ku mau
Jangan ambil amarahku
Jangan ambil amarahku, oh-oh-oh (Hanya ini yang membuatmu)
Masih hidup
Di benakku