Nadin Amizah (Foto: dok. Nadin Amizah)
Nadin Amizah (Foto: dok. Nadin Amizah)

Lirik dan Makna Lagu "Moonlight" - Nadin Amizah, Guratan Masa SMA

Basuki Rachmat • 08 Agustus 2026 14:00
Ringkasnya gini..
  • Nadin Amizah merilis Moonlight sebagai pembuka album ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, pada 7 Agustus 2026.
  • Ditulis sejak SMA, Moonlight akhirnya resmi dirilis Nadin Amizah setelah bertahun-tahun hanya dikenal lewat penampilan panggung.
  • Moonlight menghadirkan kisah cinta hangat dalam bahasa Inggris sekaligus membuka semesta cerita album Laika, Yang Ditinggalkan.
Jakarta: Penyanyi sekaligus penulis lagu Nadin Amizah resmi merilis single terbarunya bertajuk "Moonlight" pada 7 Agustus 2026. Lagu yang dirilis di bawah naungan label Sorai ini menjadi trek pembuka sekaligus gerbang menuju album ketiga Nadin berjudul Laika, Yang Ditinggalkan.
 
Meski baru dirilis secara resmi, "Moonlight" bukanlah lagu baru bagi para penggemar setia Nadin. Lagu ini telah ditulis sejak dirinya masih duduk di bangku SMA dan beberapa kali dibawakan secara langsung di atas panggung. 
 
Namun, "Moonlight" belum pernah direkam maupun dirilis di platform musik digital hingga akhirnya menjadi pembuka album ketiganya.

Menurut Nadin, "Moonlight" dipilih sebagai lagu pembuka karena mampu memperkenalkan semesta yang menjadi latar cerita album Laika, Yang Ditinggalkan. Lagu tersebut menjadi fondasi atmosfer yang ingin ia bangun sebelum pendengar mengenal lebih dekat sosok Laika sebagai subjek utama dalam album.
 
“Ya, Moonlight tuh sonically cocok banget buat memperkenalkan dunia Laika. Sebelum mengenal sosoknya, aku rasa kita harus tahu semestanya lebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mengerti Laika sebagai subjek, berikut hal-hal yang mengikutinya,” ungkap Nadin Amizah dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.  

Makna Lagu "Moonlight"

Berbeda dari sebagian besar karya Nadin Amizah yang identik dengan
 lirik berbahasa Indonesia yang puitis dan metaforis, "Moonlight" justru ditulis sepenuhnya dalam bahasa Inggris. 
 
Nadin menjelaskan bahwa pilihan tersebut bukanlah keputusan yang dibuat sekarang, melainkan karena lagu ini memang lahir jauh sebelum ia dikenal sebagai musisi seperti saat ini.
 
“Lagi-lagi, karena ini lagu lama. Ditulis waktu SMA, bahkan sebelum ‘Nadin Amizah’ seperti yang dikenal sekarang ada,” tutur penyanyi kelahiran Bandung itu.
 
Melalui "Moonlight", Nadin menghadirkan kisah cinta yang sederhana namun hangat dengan latar malam yang diterangi cahaya bulan sabit. Bulan menjadi simbol ruang yang tenang dan intim, tempat dua orang memilih menikmati kebersamaan tanpa dibebani kepastian mengenai masa depan.
 
Lirik seperti “We're going to fall deep in love anyway” menggambarkan keyakinan bahwa cinta sejati tidak selalu membutuhkan jawaban atau jaminan. Sebaliknya, cinta lahir dari keberanian untuk tetap berjalan berdampingan, menerima ketidaksempurnaan, dan menikmati setiap momen yang hadir apa adanya.
 
Nuansa lembut yang dibangun melalui aransemen serta liriknya juga menjadi pintu masuk menuju dunia Laika, Yang Ditinggalkan. "Moonlight" tidak hanya memperkenalkan karakter utama dalam album, tetapi juga mengajak pendengar memasuki semesta emosional yang akan dieksplorasi Nadin sepanjang rilisan tersebut.

Lirik Lagu "Moonlight"

The crescent moon is calling,
and we're ready to go.
Your stained shirt,
my white blouse,
and our fingers intertwined.
 
We don't know how to slow dance
But it's not like we care
We're going to fall deep in love anyway
 
And we'll dance...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
And we'll dance...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
Ooh-ooh... ooh-ooh...
 
The crescent moon is asking
Will we still dance when the morning come through
But our steps are as light as we flew
Closer to her pretty moon
And may the joy is true
May the tears, we go through
And may I be forever and ever with you
 
And we'll dance, ooh-ooh-ooh-ooh
And we'll dance, ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh, ooh-ooh
 
And as the sky is falling down, we'll dance
And as the sky is falling down, I will still dance
 

Terjemahan Lirik Lagu - "Moonlight"


Bulan sabit memanggil,
dan kita siap melangkah.
Kemejamu yang penuh noda,
blus putihku,
serta jemari kita yang saling bertaut.
 
Kita memang tak tahu bagaimana cara berdansa perlahan,
tapi kita juga tak peduli.
Bagaimanapun juga,
kita akan jatuh cinta sedalam-dalamnya.
 
Dan kita akan menari...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
Dan kita akan menari...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
Ooh-ooh... ooh-ooh...
 
Bulan sabit pun bertanya,
akankah kita masih menari saat pagi menjelang?
Namun langkah kita terasa begitu ringan,
seolah terbang
semakin dekat menuju rembulannya yang indah.
 
Semoga kebahagiaan yang kita rasakan adalah nyata.
Semoga air mata yang kita lalui
membuat kita tetap bertahan.
Dan semoga aku bisa terus bersamamu,
selamanya.
 
Dan kita akan menari...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
Dan kita akan menari...
Ooh-ooh-ooh-ooh...
Ooh-ooh... ooh-ooh...
 
Bahkan ketika langit runtuh,
kita akan tetap menari.
Dan bahkan ketika langit runtuh,
aku akan tetap menari.
 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA