EVAN. Foto: BELIFT LAB
EVAN. Foto: BELIFT LAB

EVAN Ungkap Kecemasan, Harapan, dan Perjuangannya Lewat Album DEATH OF ME

Fatha Annisa • 08 September 2026 11:29
Ringkasnya gini..
  • EVAN resmi merilis album solo perdananya, DEATH OF ME, pada 7 September 2026, setelah meninggalkan ENHYPEN enam bulan sebelumnya.
  • Album berisi delapan lagu tersebut menjadi cerminan kecemasan dan perjuangannya sebagai artis.
  • Melalui DEATH OF ME, EVAN juga ingin menyampaikan pesan tentang harapan dan tekad untuk tidak menyerah.
Jakarta: EVAN resmi merilis album solo perdananya DEATH OF ME pada 7 September. Idol K-Pop yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung eks ENHYPEN ini mengatakan album tersebut berisi tentang kecemasannya sebagai artis.
 
Konferensi pers perilisan DEATH OF ME, Evan menjelaskan ide di balik album tersebut berasal dari sebuah dialog dalam anime One Piece yang menyebut seseorang benar-benar meninggal ketika dirinya telah dilupakan.
 
Ia memproyeksikan dialog tersebut kepada dirinya sebagai seorang idol K-Pop. Ia merasa seorang artis yang musiknya tak lagi menjangkau pendengar telah berhenti eksis, dan ia tidak mau mengalami itu.
 
“Ketika musik saya tidak lagi menjangkau orang-orang, alasan saya untuk eksis sebagai seorang artis menghilang. Album ini membawa makna bahwa saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” ujar EVAN, dilansir The Korea Times, Selasa, 8 September 2026.
   
Album berisi delapan lagu tersebut menjadi rilisan pertama yang sepenuhnya ia produksi, bukan sekadar menyanyikan lagu-lagu di dalamnya. Menurut EVAN, album ini merupakan sebuah cermin hidupnya.
 
“Ada ketakutan terhadap apa yang akan terjadi ke depan, tetapi ada juga kisah yang begitu jujur dan tanpa filter tentang keinginan untuk meraih banyak hal. Saya rasa album ini benar-benar memproyeksikan pikiran saya apa adanya,” jelasnya.
 
Melalui album DEATH OF ME, EVAN juga untuk pertama kalinya mengungkap pengalaman pribadi yang selama ini ia simpan dari publik, yakni menjalani pengobatan limfoma maligna saat masih kelas empat sekolah dasar.
 
EVAN merasa pengalaman tersebut memiliki kaitan erat dengan pesan yang ingin ia sampaikan melalui album.
 
“Jika saya ingin menunjukkan apa yang ada di dalam diri saya apa adanya, itu adalah cerita yang harus saya sampaikan,” kata EVAN.
 
“Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberikan sedikit penghiburan dan kisah tentang harapan kepada orang-orang yang hidup dengan kanker pada masa kanak-kanak,” lanjutnya.
 
Lagu utama yang ditulis oleh EVAN membungkus tekad itu dalam musik pop R&B yang intens. Lagu tersebut berisi deklarasi bahwa tidak ada sesuatu pun yang mampu menghentikannya.
 
“Ada banyak momen selama mempersiapkan album ini ketika saya merasa sudah mencapai batas kemampuan musikal saya. Lagu ini bercerita tentang tidak menyerah ketika saya menghadapi tembok tersebut,” tuturnya.
 
Selain lagu utama “DEATH OF ME” dan “Ride or Die”, album ini berisi “Not Enough”, “Noise”, “Twilight”, “Immature”, “Overflow”, dan “Going Home”.
 
Sementara itu, EVAN mengumumkan kepergiannya dari ENHYPEN pada 10 Maret. Namun, ia tetap berada di bawah naungan Belift Lab, label HYBE, sebagai solois. Enam bulan setelahnya, ia resmi merilis album solonya.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA