Jakarta: Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) resmi menjalin kerja sama awal dengan USEA Pte. Ltd. untuk mengeksplorasi pengembangan ekosistem lisensi musik digital yang lebih transparan, efisien, dan berbasis teknologi.
Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kantor LMKN, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Managing Director USEA, Jerry Chen, dan Ketua LMKN Pencipta Andi Muhanan Tambolutut yang diwakili Komisioner LMKN Pencipta, Makki Omar Parikesit.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pengelolaan lisensi musik komersial yang semakin kompleks seiring pertumbuhan dunia usaha di berbagai daerah Indonesia. Penggunaan musik di pusat perbelanjaan, restoran, hotel, kafe, hingga jaringan bisnis modern membutuhkan sistem yang mampu mengelola lisensi secara lebih terintegrasi.
Melalui kolaborasi tersebut, LMKN dan USEA akan menjajaki sejumlah aspek penting mulai dari administrasi lisensi, pelaporan penggunaan musik, implementasi proyek percontohan, hingga berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku industri musik dan bisnis.
Dalam proses pengembangannya, kedua pihak juga akan melakukan pembahasan teknis guna merancang sistem yang mampu mendukung tata kelola royalti dan lisensi musik secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi bagi pemegang hak cipta maupun pelaku usaha.
Kerja sama tersebut lahir setelah serangkaian diskusi yang berlangsung sejak Maret 2026. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, LMKN juga melakukan pertemuan dengan organisasi manajemen kolektif Jepang, JASRAC, di Tokyo pada akhir Mei lalu.
Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi LMKN untuk mempelajari pengalaman Jepang dalam pengelolaan lisensi musik, distribusi royalti, kepatuhan penggunaan karya musik, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akuntabilitas sistem.
Pengembangan ekosistem digital yang tengah dijajaki nantinya dapat mencakup berbagai fitur penting. Mulai dari registrasi lisensi usaha, perhitungan biaya lisensi, pengelolaan pembayaran, penerbitan sertifikat lisensi, hingga pemantauan penggunaan musik secara real time.
Tidak hanya itu, sistem tersebut juga berpotensi membantu pelaku usaha dalam mengelola musik latar secara terpusat di banyak cabang sekaligus. Dengan demikian, musik tidak hanya dipandang sebagai kewajiban lisensi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi branding dan pengalaman pelanggan.
Teknologi pelacakan penggunaan musik juga menjadi salah satu fokus yang sedang dibahas. Melalui perangkat music tracking dan teknologi pengenalan audio, pelaporan penggunaan karya musik di ruang komersial diharapkan menjadi lebih akurat sehingga distribusi royalti kepada pemilik hak cipta dapat dilakukan secara lebih tepat.
Managing Director USEA, Jerry Chen, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun sistem lisensi musik yang lebih modern dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam industri kreatif.
"Kami percaya bahwa lisensi musik di masa depan tidak hanya sebatas soal administrasi dan kepatuhan. Tetapi juga bagaimana musik dapat dikelola secara lebih strategis untuk mendukung bisnis, memperkuat identitas brand, meningkatkan komunikasi dengan pelanggan, dan menciptakan pengalaman yang lebih konsisten di berbagai lokasi," kata Jerry.
Sementara itu, Komisioner LMKN Pencipta, Makki Omar Parikesit, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola lisensi musik nasional.
"LMKN memandang pemanfaatan teknologi sebagai bagian penting dalam memperkuat administrasi lisensi dan pelaporan penggunaan musik di ruang komersial. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem lisensi musik yang lebih tertata, transparan, dan relevan dengan perkembangan dunia usaha,” kata pemain bass band Ungu itu.
Setelah penandatanganan MoU ini, LMKN dan USEA akan melanjutkan diskusi teknis dan operasional sebagai persiapan tahap implementasi berikutnya, termasuk penyusunan perjanjian kerja sama lanjutan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan