Rilisan ini menjadi kolaborasi lintas negara yang mempertemukan nama besar dari skena musik ekstrem dunia dengan seniman bunyi asal Indonesia. Bagi Theo, proyek tersebut juga menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya karyanya hadir dalam rilisan fisik bersama Igor Cavalera.
Tak hanya menggandeng Igor, Theo turut berkolaborasi dengan dua nama lain dari skena noise internasional, yakni unit hard noise asal Jepang, Incapacitants, serta Black Leather Jesus, kolektif harsh noise asal Amerika Serikat.
Eksperimen bunyi lintas benua tersebut dirilis melalui Drama Recorder, label independen yang berbasis di Spanyol. Rilisan ini juga semakin istimewa karena artwork albumnya digarap langsung oleh Theo Nugraha.
Tidak hanya menawarkan materi eksperimental, Prosthetic Reality juga hadir dalam format fisik dengan jumlah yang sangat terbatas. Album tersebut dirilis dalam format piringan hitam 12 inci yang hanya dicetak sebanyak 100 keping.
Setelah itu, rilisan fisik tersebut juga tersedia dalam format kaset pita dengan jumlah yang jauh lebih terbatas, yakni hanya 50 kopi. Jumlah produksi yang minim membuat Prosthetic Reality menjadi rilisan yang cukup eksklusif bagi para penikmat musik ekstrem dan kolektor musik fisik.
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan kolaborasi Theo Nugraha bersama para pelaku skena musik ekstrem dunia, album Prosthetic Reality sudah dapat didengarkan sekaligus dibeli melalui Bandcamp Drama Recorder.