GIG ON THE GREEN 2026: Festival Musik Alumni Australia (Foto: Dokumentasi Pribadi)
GIG ON THE GREEN 2026: Festival Musik Alumni Australia (Foto: Dokumentasi Pribadi)

The Overtunes Meriahkan Gig on the Green 2026 Bersama Musisi Australia

Elang Riki Yanuar • 19 September 2026 23:39
Ringkasnya gini..
  • Kedutaan Besar Australia merayakan hubungan persahabatan kedua negara lewat festival Gig on the Green 2026 di Rumah Sarwono Jakarta.
  • Acara yang dihadiri 700 alumni ini dimeriahkan penampil musik ternama seperti TJAKA, Nathalie Ezmeralda, hingga grup The Overtunes.
  • Pengunjung juga disuguhkan beragam kuliner dari tenant alumni seperti Kopi Kenangan, La Trobe, Luberger, hingga Pempek Homeeah.
Jakarta: Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai penyelenggaraan festival musik tahunan Gig on the Green 2026 yang digagas oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia pada Sabtu, 19 September 2026.

Bertempat di Rumah Sarwono, Jalan KH. Guru Amin, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, festival yang memadukan area outdoor berumput dan indoor ini dihadiri oleh sekitar 700 alumni Australia dari berbagai latar belakang.

Festival ini dirancang sebagai wadah tahunan untuk menyambut para alumni yang baru saja menyelesaikan masa studinya di Australia dan kembali ke Tanah Air. Lebih dari sekadar ajang reuni, kegiatan ini bertujuan merayakan ikatan persahabatan serta mempererat hubungan antar-masyarakat (people-to-people links) Australia dan Indonesia melalui hiburan musik dan sajian kuliner.

Pejabat Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Nicola Campion, menegaskan pentingnya peranan komunitas alumni yang kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 200 ribu orang di Indonesia.

"Gig on the Green merupakan kesempatan yang luar biasa untuk menyambut para alumni Australia yang baru saja kembali ke Indonesia dan bergabung menjadi bagian dari komunitas alumni kami yang luar biasa. Para alumni memiliki ikatan yang kuat dengan Australia dan memberikan kontribusi penting bagi kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia," ujar Nicola Campion dalam siaran resminya.
 

Nicola menambahkan bahwa Kedutaan Besar Australia memandang beasiswa dan program alumni sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kedua negara.

"Melalui Australia Awards, sebetulnya kami berinvestasi pada calon pemimpin masa depan Indonesia serta hubungan antarmasyarakat kedua negara. Kami bangga melihat bagaimana komunitas alumni ini terus tumbuh, saling terhubung, dan menciptakan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata," tuturnya saat menyapa para tamu di Rumah Sarwono.

Daya tarik utama festival tahun ini adalah panggung musik yang menghadirkan kolaborasi musisi dua negara. Penonton disuguhi penampilan memukau dari grup musik Penduduk Asli Australia, TJAKA, yang membawakan perpaduan musik elektronik, hip-hop, dance, dan funk dengan unsur budaya First Nations. Selain itu, panggung hiburan diramaikan oleh musisi alumni Nathalie Ezmeralda serta grup musik papan atas Indonesia, The Overtunes.

Keseruan acara semakin lengkap dengan hadirnya deretan stan makanan dan minuman yang semuanya dimiliki dan dikelola oleh para alumni Australia. Para pengunjung dapat menikmati aneka hidangan dari tenant populer seperti Kopi Kenangan, Fore Coffee, La Trobe Coffee & Brunch, Gould, Gelato Milano, Kasuang, Luberger, Pempek Homeeah, Soejasch, hingga Wicked Pie.

Penyelenggaraan festival ini juga sukses terlaksana atas dukungan dari berbagai perusahaan mitra kedua negara, termasuk Qantas Airways, Primaya Tangerang Hospital, Panorama, dan Tugu Kunstkring Paleis.
(Sumber: Instagram @kedubesaustralia)


(Dinda Intan Ramadhani)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA