Dalam wawancara dengan W Magazine, Rocky mengungkap bahwa Washington tampil sangat percaya diri saat adegan rap bersama mereka di film itu. Bahkan menurut Rocky, Washington tidak hanya lancar, tetapi “menulis bagian AI dan bagiannya sendiri”, menunjukkan pemahaman ritme, kata, dan alur rap yang tak terduga dari seorang aktor sekelas Washington.
“Denzel Washington benar-benar MC sejati. Aku menyebutnya ‘Word Philosopher’,” ujar Rocky sambil tertawa, menegaskan kekagumannya terhadap kemampuan musik sang aktor.
Dia juga berbagi sisi lain dari pengalaman syuting mereka — dari humor ringan sampai rasa hormat yang tumbuh antara dua generasi artis dari jalur seni yang berbeda. Bahkan Rocky bercanda bahwa kemiripan mereka di wajah membuatnya merasa seperti Washington adalah “ayah tak sahnya”.
Adegan rap mereka bukan hanya sekadar gimmick — itu adalah inti dari sebuah film yang memadukan elemen kriminal, musik, dan perjalanan karakter. Seperti dilaporkan, Highest 2 Lowest memuat “rap battle” yang menegangkan antara karakter Washington dan Rocky, yang berfungsi sebagai puncak emosional film tersebut. Washington bahkan melempar lirik-lirik terinspirasi dari Nas, menunjukkan kedekatannya dengan budaya hip-hop yang telah ia nikmati puluhan tahun, jauh sebelum banyak rapper lahir.
Sutradara Spike Lee sendiri tidak banyak bicara soal kekhawatiran Rocky bersaing dengan aura Washington di set. Justru sebaliknya. Ia memuji Rocky karena mampu “bermain toe-to-toe” dan berdiri sejajar dalam adegan bersama sang aktor legendaris.
Washington, yang dikenal luas sebagai salah satu aktor terbaik abad ini, menunjukkan bahwa apresiasi terhadap musik hip-hop bisa muncul dari tempat yang tidak terduga, sementara Rocky, rapper multi-talenta yang terus berevolusi ke dunia film, membuktikan bahwa respek adalah jalan dua arah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News