Baskara Putra (Foto: Medcom/Basuki)
Baskara Putra (Foto: Medcom/Basuki)

Baskara Singgung Aturan Jam Nongkrong Mahasiswa: Kampus Kehilangan Fungsi Ruang Publik

Basuki Rachmat • 19 Oktober 2026 10:44
Ringkasnya gini..
  • Vokalis grup musik .Feast, Baskara Putra, mengkritik pembatasan aktivitas di lingkungan kampus yang dinilainya kini makin diprivatisasi.
  • Kritik tersebut disampaikannya saat sesi konferensi pers di hari ketiga Synchronize Fest 2026 pada Minggu (18/10).
  • Baskara sangat menyayangkan munculnya berbagai batasan baru, seperti aturan pembatasan jam malam di kantin, yang membuat mahasiswa kesulitan berkumpul.
Jakarta: Baskara Putra, vokalis grup musik .Feast sekaligus solois dari moniker pop Hindia, menyoroti pembatasan aktivitas di ruang publik kampus yang dinilainya semakin membatasi ruang berkumpul dan berdiskusi bagi mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Baskara dalam sesi konferensi pers bersama .Feast sebelum tampil sebagai salah satu penampil utama di hari ketiga Synchronize Fest 2026, Minggu malam, 18 Oktober 2026.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, seorang mahasiswa dari Komunitas Musik FISIP Universitas Indonesia (KMF UI) sempat menanyakan kemungkinan .Feast tampil di acara kampus mereka.

Mahasiswa tersebut juga meminta pandangan Baskara mengenai inisiatif yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali ruang publik di lingkungan kampus.
 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Baskara menilai kampus seharusnya dapat berfungsi sebagai ruang publik yang terbuka bagi mahasiswa untuk berdiskusi, berinteraksi, dan membangun kebersamaan. Namun, menurutnya, fungsi tersebut kini semakin tergerus oleh berbagai pembatasan.

"Ngerasa akhir-akhir ini kampus sebagai sebuah public sphere atau ruang publik sudah jarang menjalankan fungsinya sebagai sebuah ruang publik dan ruang diskusi, dan ruang berkumpul," tutur Baskara.
 
.Feast
.Feast saat sesi jumpa pers di Synchronize Fest 2026


"Jadi sangat diprivatisasi, dikapitalisasi," lanjutnya.

Baskara kemudian menyinggung pembatasan waktu bagi mahasiswa untuk beraktivitas di sejumlah area kampus. Ia mengaku tidak pernah membayangkan situasi tersebut terjadi ketika dirinya bersama personel .Feast lainnya masih berkuliah di UI.

"Di saat kami dengar sekarang kayak kawan-kawan udah nggak bisa nongkrong di kantin gitu di atas jam berapa, itu sesuatu yang nggak pernah masuk di kepala kami pas kami masih kuliah di situ. Dan itu satu contoh kecil dari banyak hal yang lain," tutur Baskara Putra.

Menurut Baskara, pembatasan tersebut menjadi gambaran dari semakin banyaknya aturan yang mengatur aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus. Ia pun menyayangkan kondisi tersebut karena kampus semestinya menjadi tempat bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran dan membangun interaksi sosial.

"Rasanya sekarang sudah ada banyak sekali batas-batas apa yang boleh, apa yang nggak boleh dilakukan di lingkungan kampus, dan sangat disayangkan sebenarnya," tutupnya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA