Foto: Milli Vanilli won Grammy Award 1990 / people.com
Foto: Milli Vanilli won Grammy Award 1990 / people.com

Milli Vanilli 1990, Momen Grammy yang Paling Memalukan

Adi Waluyo • 08 Februari 2015 23:01
medcom.id: Lip sync bukanlah sesuatu yang aneh dalam bisnis pertunjukkan saat ini. Tapi sebelum era millenium, lyp sync adalah sebuah aib bagi musisi. 
 
Tanggal 19 November 1990, bisa dibilang momen puncak dari salah satu bencana yang paling memalukan dalam sejarah musik pop. Hari itu, Milli Vanilli harus menyerahkan kembali piala Grammy mereka.
 
Milli Vanilli dimulai dari gagasan produser dan penulis lagu asal Jerman Frank Farian. Pada awal 1988, Farian merekam sebuah grup album, namun ia menyadari vokalisnya kurang menjual, dengan alasan fisik.

Karena albumnya sudah selesai diproduksi, tanpa pikir panjang Farian merekrut penari dan model Robert Pilatus dan Fabrice Morvan sebagai vokalis saat album ini dirilis di Eropa pada musim panas tahun 1988. Farian sama sekali tidak memperhatikan bahwa menyanyi tidak ada dalam resume mereka.
 
Saat album Milli Vanilli dirilis ulang di Amerika secara besar-besaran oleh Arista Records awal tahun 1989, semua jejak vokalis yang asli telah lenyap. 
 
Apalagi setelah mencetak tiga kali hits No.1 dan menyabet Grammy Award untuk Best New Artist, Pilatus dan Morvan pada dasarnya telah menjadi Milli Vanilli yang 'seutuhnya'.
 
Kedok mereka mulai terbongkar pada saat pertunjukkan Live MTV akhir tahun 1989. Saat mereka membawakan lagu "Girl You Know It's True", salah satu hits mereka, backing track yang menjadi andalan mereka tersendat-sendat, lirik "girl you know it's true" terus terdengar berulang-ulang. 
 
Mereka benar-benar tidak bernyanyi! Tak seorang pun penonton di konser itu mengetahui ada yang janggal atau jika mereka benar-benar menyadarinya pun, mereka tidak peduli. Tapi media yang hadir di sana mengendus sesuatu yang tidak beres tengah berlangsung.
 
Media mulai meneliti dengan seksama rekaman Milli Vanilli, dan pada 12 November, Farian mengakui bahwa Morvan dan Pilatus tidak menyanyikan lagu-lagu Milli Vanilli. Empat hari kemudian, pada 19 November 1990, piala Grammy Milli Vanilli harus dilucuti.
 
Itu bukan akhir dari Milli Vanilli, mereka tetap melanjutkan karier musik mereka dengan merekam album kedua sebagai "The Real Milli Vanilli" -dan tentunya bukan akhir dari lip sync-halo, Ashley Simpson! 
 
Peristiwa terbongkarnya rahasia Milli Vanilli hingga kini masih tetap dikenang sebagai kepalsuan terbesar dalam sejarah musik. Dan mungkin Anda bertanya-tanya, "Jika backing track mereka tidak rusak waktu itu, akankah kita mengetahui kebenaran tentang Milli Vanilli hari ini? (Gizmodo)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA