Spekulasi tersebut muncul setelah Tunji Balogun, chairman dan CEO Def Jam Recordings, mengikuti akun media sosial Mark tak lama setelah sang penyanyi mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan SM Entertainment pada 8 April lalu.
Balogun dikenal sebagai salah satu eksekutif ternama di industri musik. Sebelumnya, ia bekerja di RCA Records dan turut mengembangkan karier artis seperti Khalid, SZA, dan Bryson Tiller sebelum bergabung dengan Def Jam Recordings.
| Baca juga: Syuting di Bali, NCT 127 Beri Kode Comeback Tahun Ini |
Di industri K-pop, eksekutif label besar yang mengikuti artis populer di media sosial sering dianggap sebagai sinyal kemungkinan kerja sama atau pembicaraan kemitraan di masa depan, bukan sekadar ketertarikan biasa.
Def Jam Recordings sendiri dikenal fokus pada genre hip-hop dan R&B, yang dinilai sejalan dengan arah musik Mark. Sebagai artis asal Kanada yang fasih berbahasa Inggris, Mark dianggap memiliki posisi kuat untuk berkarier di pasar Amerika.
Mark juga sempat memberi petunjuk soal arah barunya lewat surat tulisan tangan yang diunggah di media sosial pada 3 April. Dalam surat tersebut, ia berbicara tentang memulai babak baru dan mengenang ketertarikannya pada busking dengan gitar akustik serta menulis lagu dalam bahasa Inggris.
| Baca juga: Ten NCT Bikin Label Musik Sendiri Usai keluar dari SM Entertainment |
Selain itu, Mark terlihat dalam video yang diunggah penyanyi pop pendatang baru Genia pada 23 April lalu. Caption unggahan tersebut mengindikasikan keduanya sedang bekerja sama di sebuah studio rekaman.
“Genia x Mark Lee!! When KPop & POP Meet,” demikian keterangan unggahan tersebut, dikutip The Korea Herald, Selasa, 12 Mei 2026.
Seperti diketahui, Genia merupakan salah satu penyanyi yang bergabung dengan Def Jam Recordings pada 2024 dan baru merilis single “Doomsday” pada April.
| Baca juga: Taeyong NCT Rilis Album Solo WYLD Pertengahan Mei |
Sementara itu, Mark memulai karier bermusiknya bersama grup NCT pada 2016 lalu. Ia kemudian debut solo di bawah SM Entertainment lewat album penuh “The Firstfruit” pada April 2025.
Album solo perdana Mark sukses mencatat lebih dari 540 ribu penjualan di minggu pertama. Album tersebut bahkan memecahkan rekor penjualan minggu pertama tertinggi untuk solois SM Entertainment.
Hingga kini, Mark belum mengumumkan agensi barunya secara resmi. Publik pun mulai menyoroti kemungkinan dirinya bergabung dengan label besar Amerika Serikat untuk melanjutkan perjalanan karier berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News