Album berisi 10 lagu ini menjadi titik penting dalam karier penyanyi berusia 30 tahun tersebut, sekaligus menandai langkahnya menjauh dari konsep grup yang kompleks menuju visi musikal yang lebih personal dan mendalam.
Di tengah industri K-pop yang biasanya mengutamakan sistem produksi terpusat, “WYLD” hadir sebagai proyek yang sangat personal. Taeyong tercatat sebagai penulis lirik untuk seluruh lagu, terlibat dalam komposisi sembilan lagu, dan berkontribusi dalam produksi keseluruhan album.
| Baca juga: Taeyong NCT Comeback Usai Wamil, Gandeng Anderson .Paak di Single “Rock Solid” |
Fondasi musik dalam album ini mengikuti eksplorasi solo Taeyong yang semakin berani. Mini album sebelumnya, “SHALALA” dan “TAP”, sudah menunjukkan kecenderungan lintas genre, namun kolaborasinya pada 17 April dengan artis Amerika Anderson .Paak lewat lagu “Rock Solid” semakin menegaskan ambisi globalnya.
Menurut SM Entertainment, “WYLD” akan menyatukan beragam warna musik tersebut dalam narasi yang utuh dengan “suara batin yang tegas” dan “kedalaman emosi yang meningkat.”
Perilisan album ini di berbagai platform streaming besar seperti Spotify, Apple Music, dan Melon juga menandai transisi penting dalam kariernya. Dari peran sebagai anggota grup menuju identitas sebagai solois yang memproduksi karyanya sendiri.
| Baca juga: NCT JNJM Fanmeeting Jakarta 2026: Harga Tiket, Cara Beli, dan Jadwal Pre-sale |
Taeyong debut pada April 2016 melalui sub unit NCT U dengan single “The 7th Sense”. Ia kemudian debut dalam sub unit NCT 127 pada Juni 2026 lewar single “Fire Truck”. Pada Juni 2023, Taeyong merilis album solo pertamanya “SHALALA.”
Album berisi 7 lagu tersebut menjadi titik awal karier Taeyong sebagai seorang solois. Kemudian delapan bulan kemudian, Taeyong meluncurkan mini album keduanya berjudul “TAP”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News