Isu tersebut mencuat setelah band Juicy Luicy batal tampil dalam festival musik XYZ Liveground di Batam. Persoalan terkait kelebihan bagasi kemudian menjadi perhatian karena berkaitan dengan berbagai kebutuhan teknis musisi saat harus melakukan perjalanan ke luar kota untuk tampil.
Sebagai band yang cukup rutin melakukan pertunjukan di berbagai daerah, rumahsakit pun memiliki pengalaman tersendiri dalam menghadapi persoalan teknis selama perjalanan. Drummer rumahsakit, Fadli Wardhana, mengatakan setiap band memiliki sistem dan cara masing-masing untuk mengatur kebutuhan mereka ketika bekerja sama dengan penyelenggara.
"Kebetulan di Rumahsakit kita punya sistem yang berbeda, bagaimana caranya kita bisa saling memudahkan tapi juga tidak saling menyulitkan atau merugikan. Jadi setiap band itu gua percaya punya sistematisnya sendiri-sendiri," ungkap Fadli saat ditemui Medcom.id di Senayan Park, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
Fadli juga mengungkapkan bahwa rumahsakit pernah mengalami persoalan selama perjalanan, meski kejadian tersebut tidak sampai menjadi sorotan publik.
"Kita pun juga sama. Jangan pernah nyangka bahwa kejadian kayak mereka (Juicy Luicy) nggak kejadian di kita, pernah juga kita (mengalami). Tapi sayangnya kita memang nggak diliput karena nggak penting kali ya, hahahaha," lanjutnya seraya tertawa.
Gitaris rumahsakit, Mark Nayoan, menambahkan bahwa persoalan teknis yang dihadapi musisi tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Menurutnya, kondisi setiap penyelenggaraan acara dapat berbeda, tergantung lokasi maupun kapasitas penyelenggara.
"Sebenarnya kan banyak faktor dan situasi yang bisa diambil. Jadi faktor-faktor itu harus kita lihat dari semua sisi. Contoh: 'di kota mana sih? Kota kecil'. 'Panitianya segede apa sih?' Nah, itu kan faktor-faktor yang nggak bisa kita indahkan (abaikan)," tambah Mark.
rumahsakit Sempat Tertahan Dua Hari di Pontianak Akibat Abu Vulkanik
Pengalaman menghadapi kendala perjalanan juga pernah dialami rumahsakit ketika mereka tampil di Pontianak. Fadli mengatakan, para personel rumahsakit bahkan sempat tertahan selama dua hari karena penerbangan dari Pontianak menuju Jakarta mengalami kendala akibat abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau kemarin.
"Contoh nih, kita kemarin di Kota Pontianak, dua hari nggak bisa pulang gara-gara abu vulkanik. Nggak ada yang ngeliput tuh, mana? Hahaha. Masalah bagasi dipermasalahin, kita ngirup asap di sana!" tutur Fadli.
Menurut Fadli, pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh bahwa musisi dapat menghadapi beragam persoalan ketika menjalani perjalanan untuk memenuhi agenda pertunjukan. Karena itu, setiap permasalahan dinilai perlu diselesaikan dengan mempertimbangkan situasi dan aturan yang berlaku dalam kerja sama antara musisi dan penyelenggara.
"Jadi maksud gua, setiap band itu pasti punya peristiwanya masing-masing dengan banyak penyelenggara. Cara penyelesaiannya juga pasti punya cara masing-masing sesuai dengan peraturan mereka," sambungnya.
Di tengah berbagai kemungkinan kendala teknis tersebut, rumahsakit menegaskan bahwa mereka tetap berupaya memenuhi kewajiban tampil selama situasinya memungkinkan. Bagi mereka, kesempatan untuk bertemu dan tampil di hadapan para penggemar menjadi salah satu hal yang tetap diutamakan.
"Kalau dari Rumahsakit goals-nya gimana caranya sebisa mungkin tetap tampil untuk semua Pasien (sebutan fans rumahsakit), goals utamanya sih itu," tutup sang vokalis, Arief.
Baca Juga :