Pratama, sosok pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet (foto: YouTube)
Pratama, sosok pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet (foto: YouTube)

Pencipta Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet Minta Maaf

Medcom • 19 Agustus 2022 18:20
Jakarta: Belakangan ini pencipta lagu “Joko Tingkir Ngombe Dawet” sedang ramai dicari oleh warga hingga para ulama di Lamongan. Pasalnya lagu yang berjudul “Joko Tingkir Ngombe Dawet” ciptaannya dinilai menghina para ulama.
 
Pria yang menciptakan lagu tersebut bernama Pratama dan telah meminta maaf melalui channel YouTube-nya. Selain itu, dia juga mengaku sudah mengganti lirik lagu tersebut.
 
Berikut permintaan maaf lengkap Pratama:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di kesempatan kali ini izinkan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya Kepada masyarakat Lamongan dan pihak-pihak yang tersinggung atau kurang berkenan karena saya telah membuat lirik menggunakan nama Joko Tingkir. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
 
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kekurangan, ketidaktahuan saya, ketidakpahaman saya di balik nama Joko Tingkir ini adalah sosok seorang ulama besar dan dihormati di Jawa.
 
Saya mohon maaf. Tidak ada niatan saya melecehkan nama beliau. Saya akui karena saya tidak tahu dan kurang paham di balik sosok nama besar beliau. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga di channel saya, saya sudah mengubah liriknya tidak menggunakan Joko Tingkir lagi.
 
Tolong dimaafkan karena ketidaktahuan saya tentang Joko Tingkir. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika permohonan maaf saya ini kurang berkenan dan baik mengucapkannya. Pada dasarnya tidak ada niatan saya melecehkan nama besar beliau. Itu karena ketidaktahuan saya dan kekurangpahaman saya. Semoga video permohonan maaf saya ini bisa diterima, terima kasih.
 
Kulo (saya) mohon maaf, nggih (ya), kulo mboten ngertos (saya tidak tahu) sama sekali bahwa beliau niku (itu) ulama besar.
 
Mohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga permohonan maaf saya ini bisa diterima.
"
 
Joko Tingkir Ngombe Dawet juga viral dan populer setelah dibawakan oleh Farel Prayoga. Farel sempat menyanyikan lagu tersebut di perayaan Hut ke-77 RI di Istana Merdeka.
 
Joko Tingkir sendiri disebut sosok ulama besar dan menjadi guru para ulama di Nusantara.
 
Salah seorang seniman di Lamongan, Narto Widodo mendapat aduan soal lagu tersebut yang merasa gusar dengan pemakaian nama Joko tingkir. Banyak para ulama yang merasa resah karena Joko tingkir direndahkan dalam lirik lagu ini.
 
“Yang dipersoalkan para Kiai itu adalah penggunaan kata Joko Tingkir dalam syair atau lirik lagu tersebut,” kata pria yang akrab disebut Cak Narto.
 
Dirinya pun menghimbau masyarakat agar tidak menyanyikan lagu tersebut. Cak narto juga menganjurkan kepada pencipta lagu untuk mengubah liriknya dengan menghilangkan nama Joko Tingkir.
 
Selain Cak Narto, KH Ahmad Muwafiq pun juga protes dengan penggunaan lagu itu mirip dengan irama sholawat.
 

 
(Raja Alif Adhi Budoyo)
 
(ASA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif