Prahara terakhir yang dialami GBS adalah keluarnya bassist Jonathan Amstrong alias Jono. Pada akhir tahun lalu, Jono secara mendadak mengumumkan kabar pengunduran diri dari GBS. Padahal, GBS baru saja merilis album High Life.
Cepat beranjak dari persoalan, dalam waktu singkat GBS menemukan pengganti Jono. Dia adalah Fajar Adi Nugroho, bassist yang selama ini membantu sejumlah musisi ternama Indonesia.
Fajar bukan nama baru bagi Gugun. Mereka pertama kali bertemu sekitar lima tahun silam.
"Gue kenal Fajar tahun 2011, ketemu di studio. Waktu itu gue lagi mengerjakan Solid Ground. Terus kami nge-jam bareng di studio itu juga. Gue lihat referensi musik dia malah rock,” kata Gugun kepada Metrotvnews.com.
Dengan masuknya Fajar, Gugun mengaku ada nuansa positif di GBS. Fajar disebut Gugun mampu mengembangkan gagasan-gagasan musik GBS.
"Sejauh ini lawan main gue Bowie. Dengan hadirnya Fajar ada balance. Terus dia mengerti sound. Dia tahu untuk lagu apa, pakai bass apa. Fajar is true musician, hidupnya memang di situ," pujinya.
Meski dalam beberapa penampilan Fajar mengusung musik jazz, Gugun mengonfirmasi bahwa bassist barunya itu sebenarnya berjiwa rock.
"Secara jenis musik, gue tanya ke dia (Fajar) suka atau tidak (bermain di GBS). Dia jawab, ‘Suka banget',” tutur Gugun.
Fajar bukan satu-satunya orang baru di tubuh GBS, band rock yang kental unsur blues dan funk itu juga mendapat agen baru.
“Kita dapat agen di Belanda, sudah enggak sama agen yang di Inggris. Kami sudah ada booking untuk festival di Belanda. Lalu akan main di kafe. Ada empat kafe di Jerman dan Belanda. Sekitar bulan Juli ini berangkat," ungkapnya.
Sebelumnya, pada 2011, mereka mendapat kesempatan tampil di Hyde Park, London, dalam ajang Hard Rock Calling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News