Penyanyi Ipang memaknai kemerdekaan dari berbagai sudut pandang. Baik sebagai musisi maupun sebagai warga negara Indonesia.
"Kalau merdeka secara negara, sudah 70 tahun diproklamirkan, tapi banyak yang belum merdeka, tapi itu wajar. Enggak ada sepertinya orang yang merdeka penuh, setidaknya orang tidak bisa merdeka dari rasa takut," kata Ipang saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/8/2015).
Bagi Ipang, usia Indonesia yang menginjak 70 tahun terbilang muda untuk sebuah negara.
"Kita baru 70 tahun, negara lain sudah ada yang usianya ratusan tahun, kita selalu berusaha mensyukuri yang sedikit, meski sulit di situ tantangannya. Butuh waktu untuk revolusi, seperti negara lain. Kalau membandingkan dengan negara lain enggak fair juga," sambung pelantun Apatis itu.
Sedangkan membahas "merdeka" dari konteks karya, Ipang mengaku dirinya adalah salah satu musisi yang merdeka dalam membuat musik.
"Sebagai musisi, banyak kemerdekaan yang saya rasakan saat berkarya, gue merdeka sekali menentukan karya yang gue mau bikin, tentu bukan berarti asal-asalan. Apapun sikap yang kita ambil album harus ada tanggung jawabnya," katanya.
Meski demikian, Ipang juga tidak menyangkan bahwa banyak musisi yang belum bisa secara penuh membuat karya sesuai dengan nuraninya.
"Kalau musisi merdeka kelihatan, bikin lagunya lebih jujur. Kalau musisi yang tidak merdeka? Banyak sih, pada saat kolaborasi dengan mereka, kadang mereka suka ngobrol atau saya lihat mereka (di studio) main musik yang beda dari albumnya, terus mereka bilang, 'Ini gue aslinya.' Tapi itu pilihan sih, memilih untuk merdeka atau 'dijajah,'" tutup vokalis BIP itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News