YAO (Foto: dok. YAO)
YAO (Foto: dok. YAO)

ONE OK ROCK Bentuk Proyek Band Sampingan YAO, Debut Lewat Single "777"

Basuki Rachmat • 09 Juli 2026 11:01
Ringkasnya gini..
  • ONE OK ROCK membentuk supergrup YAO bersama Awich, CHICO CARLITO, dan Paledusk lewat single debut "777".
  • YAO memadukan rock, hip-hop, dan metalcore dalam single perdana "777" yang hadir dengan video musik sinematik.
  • Proyek YAO lahir dari kolaborasi ONE OK ROCK dan Awich untuk menghadirkan warna musik baru tanpa batas genre.
Jakarta: Kabar baik bagi para penggemar ONE OK ROCK. Band rock asal Jepang tersebut resmi memperkenalkan proyek sampingan (side project) terbaru bernama YAO.
 
Tak main-main, proyek ini merupakan unit kolaboratif super yang mempertemukan ONE OK ROCK dengan ratu hip-hop Jepang, Awich, rapper berbakat CHICO CARLITO, serta unit metalcore progresif Paledusk. Sebagai gebrakan awal, YAO langsung melepas single perdana mereka yang bertajuk "777".
 
Secara filosofis, nama YAO diambil dari inspirasi konsep kebudayaan kuno Jepang, "Yaoyorozu", sebuah kepercayaan tradisional shinto bahwa setiap benda atau hal di sekitar manusia memiliki ruh dan energinya masing-masing. 

Lewat fondasi tersebut, YAO dibentuk untuk merayakan keberagaman perspektif dan menyatukan berbagai karakter suara kreatif yang kontras menjadi satu kesatuan yang magis.
 
Melalui single "777", YAO sukses memamerkan chemistry yang luar biasa serta visi artistik yang serba berani. Dengan mengawinkan elemen hip-hop yang repetitif, distorsi rock yang menghentak, hingga aransemen musik alternatif, "777" berhasil menyatukan kekuatan otentik dari keempat musisi besar tersebut sekaligus melahirkan sebuah sound baru yang segar, ambisius, dan unik.
 
Lagu ini menjadi bukti nyata dari komitmen kuat mereka untuk meruntuhkan sekat antar-genre demi melahirkan sesuatu yang jauh lebih masif di industri musik.
 
Tidak hanya merilis audio di berbagai platform digital, YAO juga meluncurkan video musik "777" dengan kemasan visual yang sangat sinematik. Video klip ini digarap lewat tangan dingin sutradara Hidehito Hotta, sosok yang dikenal sebagai kolaborator kreatif di balik video-video estetis milik Awich.
 
Mengambil latar distopia pasca-perang, lengkap dengan visualisasi gedung-gedung yang hancur berantakan serta deretan mobil ringsek yang ditinggalkan, video klip "777" menampilkan aksi panggung teatrikal dari para personel YAO yang memukau.
 
Direkam dengan skala besar layaknya sebuah film layar lebar, Hotta berhasil mengubah lanskap kehancuran tersebut menjadi simbol persatuan, ketahanan, dan kekuatan kolektif. Eksekusi visual ini merefleksikan dengan apik pesan mendalam yang ingin disampaikan oleh proyek musik YAO.
 
Cikal bakal terbentuknya mega proyek YAO ini bermula dari pertemuan di atas panggung saat ONE OK ROCK dan Awich terlibat dalam satu konser live yang sama. Usai gelaran tersebut, frontman ONE OK ROCK, Taka, secara terbuka mengungkapkan rasa kagum dan hormatnya yang mendalam terhadap musikalitas Awich serta perkembangan skena hip-hop di Jepang.
 
Semenjak momen itu, rumor mengenai kolaborasi keduanya sempat berembus kencang di kalangan penggemar. Proyek ini melebar dengan masuknya CHICO CARLITO, rapper yang dikenal lewat kemampuan rima cepat serta stage presence-nya yang karismatik.
 
Guna mempertebal sektor distorsi, band rock naik daun yang juga rekan kolaborator ONE OK ROCK, Paledusk, diajak untuk melengkapi formasi. Dengan menempatkan Awich dan Taka sebagai jantung utama dari pergerakan unit ini, YAO lahir sebagai proyek musik masa depan yang menolak tunduk pada batasan genre, sekat generasi, maupun batasan kreatif konvensional.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA