Taylor Swift (Foto: Instagram/taylowswift)
Taylor Swift (Foto: Instagram/taylowswift)

Kalahkan Taylor Swift, Katalog Lagu AI Ini Tembus Puluhan Juta Stream

Rafi Alvirtyantoro • 12 Oktober 2026 09:55
Ringkasnya gini..
  • Michael Smith menjadi warga AS pertama yang dipenjara 18 bulan atas kasus penipuan streaming lagu AI senilai Rp143 miliar.
  • Pelaku menggunakan ribuan akun palsu dan perangkat lunak bot untuk memutar ratusan ribu lagu AI ciptaannya secara otomatis.
  • Pemutaran otomatis lagu AI buatan pelaku sempat menembus 80,9 juta kali dalam sebulan, melampaui rekor pemutaran katalog Taylor Swift.
Jakarta: Lagu buatan Artificial Intelligence (AI) berhasil melampaui jumlah pemutaran (streaming) musik milik Taylor Swift.
 

Skandal Penipuan Streaming Berbasis AI

Melansir dari Ars Technica, seorang pria bernama Michael Smith telah dijatuhi hukuman 18 bulan penjara setelah mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam skandal penipuan platform streaming musik. Ia memanfaatkan AI untuk memproduksi lagu-lagu fiktif yang berhasil menguras uang senilai jutaan dolar.

Kementerian Kehakiman AS (DOJ) mengonfirmasi bahwa Michael Smith merupakan warga Amerika Serikat pertama yang dijerat pidana atas kasus penipuan pemutaran musik berbasis AI.

Meskipun baru didakwa pada 2024, Michael Smith rupanya telah menjalankan aksi kejahatannya selama tujuh tahun tanpa terendus aparat.
   

Modus Operandi dan Ribuan Akun Palsu

DOJ menjelaskan bahwa skema ini dimulai sejak 2017. Michael Smith disebut menggunakan email fiktif dan kartu debit hasil kejahatan untuk mendaftarkan ribuan akun palsu di berbagai platform besar, seperti Amazon Music, Apple Music, Spotify, serta YouTube Music.

Michael Smith pun memakai perangkat lunak khusus untuk menggerakkan bot agar memutar lagu-lagu AI buatannya secara terus-menerus.

Hingga ditangkap pada 2024, Michael Smith telah menciptakan ratusan ribu lagu berbasis AI. Agar tidak memicu kecurigaan sistem keamanan platform, ia membagi miliaran kali pemutaran otomatis (stream) tersebut ke banyak lagu secara acak, alih-alih berfokus pada satu lagu saja.
   

Melampaui Rekor Taylor Swift

Meski begitu, akumulasi pemutaran lagu palsu tersebut justru mengalahkan angka pemutaran karya musisi papan atas.

DOJ mencatat salah satu perbandingan ekstrem pada April 2023, di mana lagu-lagu fiktif milik Michael Smith diputar hingga 80,9 juta kali dalam sebulan, sementara seluruh katalog lagu Taylor Swift hanya mengantongi 9,3 juta pemutaran pada periode yang sama di YouTube Music.
   

Kerugian Musisi dan Hukuman Pelaku

DOJ menegaskan bahwa penipuan ini tidak hanya merugikan pihak penyedia layanan, tetapi juga menggerogoti hak para musisi sungguhan yang menggantungkan pendapatannya dari pembagian royalti.

Dengan memotong bagian dari dana royalti kolektif tersebut, Michael Smith secara langsung menekan pendapatan para seniman. Oleh sebab itu, selain hukuman fisik 18 bulan penjara, pengadilan memutuskan Smith wajib mengembalikan seluruh uang hasil kejahatannya sebesar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp143 miliar.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA