Bassis Judas Priest, Ian Hill (Foto: Instagram @judaspriest)
Bassis Judas Priest, Ian Hill (Foto: Instagram @judaspriest)

57 Tahun Bersama Judas Priest, Bassis Ian Hill Pensiun karena Masalah Kesehatan

Basuki Rachmat • 11 Oktober 2026 23:01
Ringkasnya gini..
  • Bassis Ian Hill resmi pensiun dari Judas Priest usai 57 tahun berkarier akibat masalah kesehatan, termasuk radang sendi dan cedera bahu.
  • Posisi Ian Hill kini resmi digantikan oleh bassis Uriah Heep, Davey Rimmer, yang sebelumnya sempat menggantikannya saat konser di London.
  • Sebagai satu-satunya personel yang tampil di semua album, Ian kini memilih fokus memulihkan kesehatannya dan menikmati waktu bersama keluarga.
Jakarta: Bassis Judas Priest, Ian Hill, resmi mengundurkan diri dari band heavy metal legendaris tersebut setelah hampir enam dekade berkarier. Musisi berusia 74 tahun itu memutuskan pensiun akibat masalah kesehatan, termasuk radang sendi dan cedera bahu yang membuatnya semakin kesulitan memainkan instrumen bass.

Pengumuman tersebut disampaikan Ian melalui pernyataan tertulis yang dibagikan di akun media sosial resmi Judas Priest pada Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, dirinya selalu menjawab pertanyaan mengenai masa depannya bersama band dengan mengatakan akan terus bermain selama penampilannya tidak terganggu.

“Sayangnya, aku harus mengakui bahwa saat itu akhirnya tiba,” tulis Ian.

Ia menjelaskan bahwa kondisi radang sendi yang dialaminya semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit tersebut kini memengaruhi bahu kiri dan tangan kanannya, bahkan mulai menyerang bahu kanan serta kedua lututnya.

“Aku sudah berusaha mengatasi kondisi ini dengan obat pereda nyeri, gel, dan belakangan suntikan kortison di bahu serta tanganku,” lanjutnya.
   

Cedera Bahu Jadi Alasan Pensiun


Masalah kesehatan Ian sebelumnya sempat membuatnya absen dari konser Judas Priest untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan band tersebut hampir 60 tahun lalu. Ia mengalami cedera tendon serius yang membuatnya tidak dapat tampil di Eventim Apollo, London, pada 21 September 2026.

Cedera itu bermula ketika Ian mengalami robekan tendon di bahu kirinya menjelang sesi encore dalam konser di Brussels, dua hari sebelumnya. Akibatnya, ia kesulitan mengangkat lengan untuk menjangkau leher bassnya.

Kondisi tersebut membuat Judas Priest harus meminta bantuan Davey Rimmer, bassis Uriah Heep yang juga tergabung dalam Elegant Weapons, untuk menggantikan Ian. Davey sebelumnya telah dipersiapkan untuk mempelajari daftar lagu band sebagai langkah antisipasi apabila Ian tidak dapat tampil.

“Jadi, kami harus meminta Davey menggantikanku. Dia memberikan penampilan yang luar biasa meski harus bersiap dalam waktu yang sangat singkat!” ujar Ian.
 


Meski masih mampu merekam permainan bass untuk materi album terbaru Judas Priest, Ian mengaku mulai khawatir dengan kemampuannya menjalani rangkaian tur Eropa secara penuh. Setelah berkonsultasi dengan sejumlah dokter spesialis, ia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri aktivitas panggungnya.

Menurut Ian, dokter menilai kondisinya mungkin dapat pulih tanpa operasi. Namun, belum ada kepastian bahwa kekuatan bahu dan lengannya akan kembali seperti semula sehingga ia bisa tampil di atas panggung tanpa kendala.

Atas pertimbangan tersebut, Ian memilih memprioritaskan kesehatannya sekaligus menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.
 

Ingin Menebus Waktu Bersama Keluarga


Selain kondisi fisik yang semakin membatasi aktivitasnya, Ian menyadari bahwa perjalanan panjang bersama Judas Priest telah menyita sebagian besar waktunya selama puluhan tahun. Ia pun ingin menikmati masa pensiun dengan lebih banyak melakukan kegiatan bersama keluarga.

“Dengan mempertimbangkan semua hal ini, serta fakta bahwa aku telah mengabaikan kehidupan keluargaku selama 57 tahun, aku memutuskan untuk pensiun. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku untuk menebus waktu yang hilang dan melakukan berbagai hal bersama mereka, sebelum akhirnya salah satu dari mereka harus mendorongku ke mana-mana dengan kursi roda,” tulisnya.

Ian juga menyampaikan dukungannya kepada Davey Rimmer yang kini dikonfirmasi sebagai bassis baru Judas Priest. Ia menilai Davey merupakan musisi hebat sekaligus sosok yang menyenangkan dan tepat untuk melanjutkan perannya di band tersebut.

“Dia adalah pilihan yang tepat untuk menggantikanku. Aku berharap yang terbaik untuknya!” kata Ian.

Menutup pernyataannya, Ian menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukung perjalanan musiknya bersama Judas Priest selama puluhan tahun.

“Tidak ada satu hari pun berlalu tanpa aku bersyukur atas perjalanan luar biasa yang telah kujalani. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintai kalian semua dan berterima kasih karena telah memberiku kesempatan menjalani kehidupan seperti ini,” tuturnya.
 

Ian Hill, Satu-Satunya Personel Judas Priest yang Tampil di Semua Album


Ian Hill merupakan salah satu personel pendiri Judas Priest yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan band sejak awal terbentuk. Ia menjadi satu-satunya anggota yang tampil dalam seluruh album studio mereka, mulai dari Rocka Rolla (1974) hingga Invincible Shield (2024).

Sepanjang kariernya, Ian turut mengiringi perjalanan Judas Priest dalam membangun reputasi sebagai salah satu band berpengaruh di kancah heavy metal dunia. Permainan bassnya menjadi bagian dari identitas musikal band yang dikenal melalui lagu-lagu seperti “Breaking the Law”, “Living After Midnight”, dan “Painkiller”.

Kepergian Ian dari panggung menandai berakhirnya sebuah era bagi Judas Priest. Meski demikian, kontribusinya terhadap perjalanan band tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah musik heavy metal.
 

Baca Juga :

Dave Mustaine Ungkap 4 Band yang Layak Jadi "Big Four" Thrash Metal Baru



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA