Jakarta: Bagi James Hetfield, Tony Iommi bukan sekadar salah satu gitaris penting dalam sejarah heavy metal. Gitaris sekaligus vokalis Metallica itu menempatkan sosok di balik Black Sabbath tersebut sebagai panutan utama dalam urusan riff dan permainan gitar ritmis.
Dalam program James Hetfield's Riff Life di SiriusXM’s Maximum Metallica, Hetfield menyebut Iommi sebagai gitaris yang paling banyak memengaruhi cara bermain gitar ritmis dan penulisan lagunya.
"Tony Iommi adalah Riff Lord dalam pikiran saya. Dialah yang paling menginspirasi saya dibandingkan gitaris mana pun, terutama dalam permainan gitar ritmis dan penulisan lagu," ujar Hetfield.
Hetfield kemudian membahas salah satu karya Black Sabbath, "Children of the Grave", yang dirilis pada 1971. Menurutnya, kekuatan lagu tersebut terletak pada bagaimana seluruh instrumen dibangun dari satu riff utama.
"Jelas, Tony adalah Riff Lord dan semua orang memulai lagu bersama-sama dengan satu riff. Pada dasarnya Tony memainkan riff tersebut, kemudian masuk ke bagian kord besar yang membuka lagu itu," katanya.
Ia juga memberikan perhatian pada detail produksi lagu tersebut, khususnya permainan drum dan karakter suara gitar yang muncul menjelang akhir lagu.
"Saya sangat menyukai tambahan permainan drum yang mereka lakukan untuk membantu memberikan aksen perkusi pada riff tersebut, serta suara gitar yang sangat keren dan terasa seperti hantu di bagian paling akhir," tutur Hetfield.
Pujian Hetfield kepada Iommi menjadi semakin relevan karena Metallica mendapat kesempatan tampil dalam konser terakhir Black Sabbath sebelum kepergian Ozzy Osbourne pada musim panas tahun lalu.
Kini, konser tersebut juga akan diabadikan melalui film layar lebar berjudul OZZY AND BLACK SABBATH: BACK TO THE BEGINNING. Film dokumenter konser amal tersebut dijadwalkan tayang secara global di bioskop mulai 28 Oktober.
Film ini berpusat pada konser Back to the Beginning yang berlangsung di Villa Park, Birmingham, pada 5 Juli 2025. Pertunjukan tersebut menjadi penampilan terakhir Ozzy sekaligus mempertemukan kembali formasi orisinal Black Sabbath, yakni Ozzy Osbourne, Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Konser tersebut terjual habis hanya dalam hitungan menit dan mendatangkan penggemar dari berbagai negara. Sharon Osbourne, yang menjadi penggagas acara, mengatakan ide konser tersebut berawal dari keinginan Ozzy untuk kembali tampil sekaligus berpamitan kepada para penggemarnya.
"Back to the Beginning terwujud karena saya bertanya kepada Ozzy apa yang benar-benar akan membuatnya bahagia. Dia mengatakan satu-satunya hal yang akan membuatnya bahagia adalah bisa tampil lagi dan berpamitan kepada para penggemarnya. Hanya itu yang dia inginkan. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih," ujar Sharon.
Konser tersebut menghadirkan sejumlah nama besar dari dunia rock dan metal. Jason Momoa bertindak sebagai pembawa acara, sementara Tom Morello dipercaya sebagai direktur musik.
Selain Metallica, panggung Back to the Beginning juga diisi Alice in Chains, Anthrax, Gojira, Guns N’ Roses, Halestorm, Lamb of God, Mastodon, Pantera, Rival Sons, Slayer, dan Tool.
Pertunjukan tersebut juga menghadirkan segmen all star yang melibatkan sejumlah musisi lain, di antaranya Billy Corgan, Steven Tyler, Ronnie Wood, Chad Smith, Nuno Bettencourt, Sammy Hagar, dan Yungblud.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan