Avenged Sevenfold live di JIS Jakarta (Foto: Medcom/Basuki)
Avenged Sevenfold live di JIS Jakarta (Foto: Medcom/Basuki)

Rangkuman Konser Avenged Sevenfold, Dari Double Pedal Rusak hingga Kembali Bawakan "Dear God"

Basuki Rachmat • 11 Oktober 2026 05:31
Ringkasnya gini..
  • Konser ke-5 Avenged Sevenfold di Jakarta sukses digelar di JIS pada 10 Oktober 2026, dibuka oleh Isyana Sarasvati dan St. Loco. (124 karakter)
  • Konser sempat jeda usai lagu pertama imbas pedal drum Brooks rusak. M. Shadows menyebut itu akibat permainan yang terlalu bertenaga. (134 karakter)
  • Selain bawakan nostalgia "Dear God" dan "So Far Away", M. Shadows berjanji akan menggelar tur ke kota-kota lain di Indonesia kelak. (133 karakter)
Jakarta: Band heavy metal asal Amerika Serikat, Avenged Sevenfold, sukses mengobati kerinduan para Deathbat di Tanah Air lewat konser bertajuk Avenged Sevenfold Live in Indonesia di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Konser tersebut menjadi kunjungan panggung kelima Avenged Sevenfold di Jakarta. Kali ini, M. Shadows dan kawan-kawan turut menggandeng dua musisi Indonesia, yakni penyanyi Isyana Sarasvati dan band nu-metal St. Loco, sebagai penampil pembuka untuk memanaskan suasana sebelum pertunjukan utama dimulai.
 

Double Pedal Drum Brooks Wackerman Rusak di Awal Konser


Avenged Sevenfold naik panggung sekitar pukul 20.55 WIB dan langsung membuka penampilan dengan salah satu lagu andalan mereka, "Nightmare".

Namun, setelah menyelesaikan lagu pembuka tersebut, penampilan mereka sempat terhenti cukup lama sebelum memasuki lagu kedua, "Magic". Jeda itu rupanya terjadi karena double pedal pada perangkat drum Brooks Wackerman mengalami kerusakan.

Vokalis M. Shadows kemudian mengambil alih suasana dengan menjelaskan kendala teknis tersebut kepada para Deathbat yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa perangkat drum Brooks rusak akibat permainan sang drummer yang begitu bertenaga.

"Kami sebenarnya masih mau lanjut, tapi double pedal kick drum Brooks baru aja rusak,” tutur M. Shadows.

Tak ingin membiarkan suasana menjadi canggung, M. Shadows juga melontarkan candaan kepada Brooks yang dikenal dengan permainan drumnya yang penuh energi.

“Brooks, gimana caranya lo bisa main sekeras itu? Gue tahu lo memang monster, bro!” tuturnya.

Setelah kendala tersebut teratasi, Avenged Sevenfold kembali melanjutkan penampilan dengan membawakan "Magic" dan "Afterlife".
 

Avenged Sevenfold Ingin Gelar Tur ke Sejumlah Kota di Indonesia


Di sela-sela penampilan, M. Shadows mengungkapkan keinginan Avenged Sevenfold untuk kembali ke Indonesia dengan konsep tur yang menjangkau lebih banyak kota, bukan hanya Jakarta.

Keinginan tersebut muncul setelah para personel membicarakan kemungkinan untuk menjelajahi lebih banyak wilayah di Indonesia dalam kunjungan berikutnya.

"Kami sempat ngobrol soal ini dan berpikir, lain kali kami harus datang ke beberapa kota di Indonesia, jangan cuma Jakarta! Kami ingin manggung di lebih banyak tempat di negara ini. Jadi, menurut kalian, kami harus ke mana lagi?" tuturnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para penggemar yang berharap Avenged Sevenfold bisa kembali menyapa mereka melalui rangkaian konser di berbagai kota di Tanah Air.
 

Bawakan Deretan Lagu Lawas dari Berbagai Album


Berbeda dari penampilan mereka di Stadion Madya GBK pada 2024, Avenged Sevenfold kali ini menghadirkan deretan lagu dari berbagai fase perjalanan karier mereka.

Sejumlah materi lawas yang dibawakan antara lain "Unholy Confessions" dari album Waking the Fallen (2003), "M.I.A." dan "Bat Country" dari City of Evil (2005), serta "Afterlife" dan "Gunslinger" dari album Avenged Sevenfold (2007).

M. Shadows dan kawan-kawan juga membawakan lagu-lagu dari album Nightmare (2010), Hail to the King (2013), hingga Life Is But a Dream... (2023).

Rangkaian lagu tersebut menjadi kesempatan bagi para Deathbat untuk kembali menikmati materi dari berbagai era perjalanan musik Avenged Sevenfold, mulai dari era awal yang kental dengan karakter metalcore hingga eksplorasi musikal mereka dalam karya-karya terbaru.
 

Tribut untuk Jimmy 'The Rev' Lewat "So Far Away"


Salah satu momen emosional dalam konser malam itu hadir ketika Avenged Sevenfold membawakan "So Far Away". Lagu tersebut merupakan penghormatan kepada Jimmy Sullivan atau yang dikenal sebagai The Rev, drummer sekaligus salah satu pendiri band yang meninggal dunia pada 2009.

Lagu yang memiliki makna personal bagi para personel itu disambut dengan nyanyian massal dari para Deathbat. Momen tersebut sekaligus mengingatkan kembali pada sosok The Rev, yang memiliki peran penting dalam perjalanan Avenged Sevenfold, baik melalui permainan drumnya maupun kontribusinya dalam penulisan lagu.

Kehadiran "So Far Away" pun menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian penampilan mereka di Jakarta.
 

"Dear God" Kembali Jadi Lagu Spesial untuk Penggemar Indonesia


Avenged Sevenfold juga tak melewatkan kesempatan untuk membawakan "Dear God", lagu yang memiliki tempat tersendiri di hati penggemar Indonesia.

Bagi sebagian pendengar Tanah Air, lagu tersebut lekat dengan kenangan masa remaja pada era 2010-an, termasuk ketika lagu-lagu Avenged Sevenfold kerap diputar di berbagai tempat, mulai dari warnet hingga tongkrongan anak muda.

Lagu ini juga terbilang istimewa karena jarang masuk dalam daftar lagu konser mereka. Sebelum kembali dibawakan di Stadion Madya GBK pada 2024, "Dear God" terakhir kali dimainkan Avenged Sevenfold pada 2008.

Penampilan di JIS kali ini pun kembali memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk menyanyikan lagu tersebut bersama-sama.

Avenged Sevenfold akhirnya menutup konser dengan "Cosmic", menghadirkan suasana yang lebih syahdu sekaligus menandai berakhirnya pertunjukan mereka di Jakarta pada malam itu.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA, ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA