Silent Siren atau biasa disapa SISI (dibaca Say Say), digawangi empat personel yaitu Suu (Sumire Yoshida) sebagai vokalis dan pemain gitar, Hinanchu (Hinako Umemura) sebagai drummer, Ainyan (Aina Yamauchi) sebagai basist, dan Yukarun (Yukako Kurosaka) sebagai pemain keyboard.
Sebagai pemanasan, SISI telah menggelar konser pada 9 Agustus 2015. Mereka menjadi bintang tamu pada acara penutupan Gelar Jepang 2015 di Bulevard Universitas Indonesia, Kampus Depok, Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Kumiko Funayama juga hadir pada hari ketiga festival. Bintang yang tengah bersinar di dunia mode Jepang dan memiliki nama beken Kumicky, menyambut penggemarnya di acara Miss Kawai Contest.
SISI tampil di depan fan yang didominasi pelajar dan mahasiswa. Mereka juga sampai rela belajar Bahasa Indonesia dan menyanyikan lagu berbahasa Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada penggemar.
Melalui keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, konser SISI berikutnya akan berlangsung pada 19 September 2015, di Upperrom, Hotel Pullman, Jakarta.
Tiket sudah bisa diperoleh melalui kiostix.com dan rajakarcis.com dengan harga relatif terjangkau, yakni Rp150 ribu (festival) dan Rp300 ribu (VIP).
Silent Siren laksana roket dalam industri hiburan di Jepang saat ini. Tidak banyak band yang bisa menempatkan beberapa karya lagunya sekaligus dalam 10 besar tangga lagu pilihan.
Namun di Jepang, Silent Siren menempatkan sembilan lagunya mendominasi Oricon, tangga lagu bergengsi di negeri Matahari Terbit.
Jika dihitung dari awal terbentuknya pada 2010, Silent Siren juga merupakan satu-satunya band yang paling berani konser di Nippon Budokan Tokyo. Dahsyatnya, seluruh tiket pertunjukan ludes terjual.
Mengenai penggunaan nama Silent Siren, ternyata pencetusnya adalah Yoshida.
"Kesunyian dan bunyi sirene itu kan dua hal yang berlawanan," ujarnya sambil tertawa. Dia mengaku, idenya tentang nama itu muncul begitu saja dan semua anggota antusias menyetujui.
Hinanchu, yang menjadi pemimpin dan yang kebetulan pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta, menyebutkan bahwa bandnya tidak mengusung konsep rumit.
"Kami hanya fokus menciptakan musik yang kami ingin orang lain bisa ikut menikmatinya dan bisa menghibur pendengar," ujar dara yang fasih berbicara bahasa Indonesia ini.
Kehadiran Silent Siren ditandai dengan meluncurkan debut singel Sweet Pop! pada November 2012.
Tahun ini, mereka meluncurkan album ketiga berjudul Silent Siren, dengan banyak lagu tie-up bernuansa rock dan pop. Tur promosi sudah dimulai sejak April. Mereka dijadwalkan tampil di Asia yakni Hongkong dan Taiwan.
Saat ditanya rencana mereka selama berada di Indonesia, Hinanchu yang masih mengingat beberapa tempat di Jakarta dengan baik ini, menyebutkan, "Kami lihat peluangnya terbuka. Tidak hanya untuk memperkenalkan karya music Silent Siren saja, sebagai remaja putri kami juga berpeluang memperkenalkan fesyen baru."
Mereka berharap bisa menjembatani hubungan Jepang dengan Indonesia dan juga negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News