Berbeda dari lagu yang mengandalkan aransemen megah, “Pertemuan Berikutnya” hadir dengan musik sederhana dan lirik lugas. Namun, di balik pendekatan tersebut, Sanjie menyimpan emosi dan nuansa nostalgia yang mengajak pendengar mengenang orang-orang serta pengalaman yang pernah berarti dalam hidup mereka.
Lagu ini mengangkat cerita tentang kehilangan, harapan, dan perjalanan seseorang dalam menerima perubahan. Perpisahan tidak selalu menjadi akhir dari segalanya, tetapi bisa menjadi bagian dari proses untuk memahami diri sendiri dan melangkah menuju fase kehidupan berikutnya.
Melalui “Pertemuan Berikutnya”, Sanjie juga menyampaikan pesan tentang kedewasaan dalam menghadapi sesuatu yang tidak lagi bisa dipertahankan. Ada kalanya seseorang perlu menerima kenyataan, melanjutkan perjalanan, dan menyimpan kenangan tanpa harus terus terjebak di masa lalu.
"Saya tidak hanya ingin menghadirkan sebuah lagu, tetapi juga sebuah ruang bagi pendengar untuk menghubungkan musik dengan perjalanan hidup mereka masing-masing," kata Sanjie.
Kesederhanaan lirik menjadi salah satu kekuatan utama single ini. Sanjie memberikan ruang bagi pendengar untuk menghubungkan cerita dalam lagu dengan pengalaman pribadi, baik tentang seseorang yang telah pergi, impian yang belum terwujud, maupun harapan untuk kembali bertemu dengan orang yang pernah memiliki tempat istimewa.
Pada single keenamnya ini, Sanjie menggandeng Amri Weda sebagai rekan duet. Kolaborasi tersebut menghadirkan warna vokal berbeda sekaligus memperkaya dimensi emosional lagu. Perpaduan keduanya diharapkan dapat memperkuat pesan tentang perpisahan, penerimaan, dan harapan yang menjadi inti cerita.
Proses produksi “Pertemuan Berikutnya” dikerjakan langsung oleh Sanjie dengan melibatkan sejumlah musisi dan sahabat. Radhit Indra berkontribusi pada bagian ritme dan loop section sekaligus membantu proses rekaman sebagai sound engineer.
Sementara itu, Abdul Malik mengisi bagian fill dan ambience gitar untuk memperkaya suasana lagu. Erfin Rachmadhan turut memberikan kontribusi melalui permainan bas dan vokal latar, sedangkan Muhammad Yudha membantu Sanjie menggarap bagian keyboard dan string section.
Proses rekaman, mixing, hingga mastering dilakukan di i4 STUDIO dengan dukungan Radhit Indra dalam pengerjaan teknis. Kolaborasi tersebut menghasilkan aransemen yang tetap sederhana, tetapi memberikan ruang bagi vokal dan lirik untuk menyampaikan emosi secara lebih leluasa.
Kehadiran single ini sekaligus melanjutkan perjalanan musikal Sanjie di luar aktivitasnya bersama The DRAMMA. Band asal Jakarta tersebut terbentuk pada 2008 dan sempat menjalani masa hiatus cukup panjang sebelum kembali berkumpul melalui reuni pada 2023.
Baca Juga :
Turnstile Gelar Konser Solidaritas untuk Palestina, Sudan, dan Lebanon, Raup Donasi Rp4,6 Miliar
"'Pertemuan Berikutnya' diharapkan dapat menjadi anthem kecil bagi mereka yang sedang menjalani perjalanan hidup, menjadi teman di tengah perjalanan, sekaligus soundtrack bagi berbagai perasaan yang cukup disimpan menjadi hiasan di ingatan," ujarnya.