Artwork Lagu 'Senyawa dan Candu' (Foto: Derana)
Artwork Lagu 'Senyawa dan Candu' (Foto: Derana)

Onad Curhat Penyesalan di Single Baru Killing Me Inside Re:union, "Senyawa dan Candu"

Rafi Alvirtyantoro • 16 Februari 2026 17:48
Ringkasnya gini..
  • Onad ungkap penyesalan lewat single terbaru Killing Me Inside Re:union berjudul "Senyawa dan Candu".
  • Killing Me Inside Re:union resmi memulai era musik pop baru dengan lirik bahasa Indonesia yang personal.
  • Pasca-rehabilitasi Onad, Killing Me Inside Re:union siapkan perilisan mini album sebagai prioritas utama tahun 2026.
Jakarta: Band Killing Me Inside Re:union resmi menandai kembalinya mereka ke industri musik dengan meluncurkan single terbaru bertajuk "Senyawa dan Candu".
 
Setelah panggung terakhir pada September 2025 dan masa rehabilitasi selama tiga bulan yang dijalani Onad, band ini langsung bergerak cepat memperkenalkan karya yang tampil beda dari rilisan sebelumnya.
 
Lagu "Senyawa dan Candu" ditulis langsung oleh Onadio Leonardo saat menjalani masa rehabilitasi. Bagi pria yang akrab disapa Onad tersebut, lagu ini menyimpan cerita yang sangat personal.

"Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue nggak tau mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi," kata Onad dalam keterangan resminya pada Jumat, 13 Februari 2026.
 
"Gue belum pernah bikin lagu se-personal ini. It's all about me," lanjutnya.  

Kolaborasi Solid dan Eksperimen Musik

Meski lirik dan lagu digarap sendiri oleh Onad, proses aransemen musik tetap melibatkan sentuhan Raka, Sansan, dan Rudye. Mantan anggota lainnya pun turut memberikan dukungan dalam pengerjaan karya terbaru Killing Me Inside Re:union ini.
 
Onad mengungkapkan bahwa rekan-rekan setimnya langsung menyetujui arah musik baru yang ia tawarkan.
 
“Mereka langsung terima. 'Ini lo banget sih' katanya. Memang juga kita udah nggak pernah bikin lagu bahasa Indonesia kan. Akhirnya kayak ya udah ini pas banget sih mereka bilang: personal, momennya lagi dapet, lo baru cabut dari rehab, let’s go," jelas Onad.
 
Melalui single ini, Killing Me Inside Re:union sekaligus memperkenalkan era baru. Setelah sekian lama, penggemar akhirnya kembali disuguhi lagu berbahasa Indonesia dengan gaya musik yang lebih condong ke arah pop serta konsep visual yang lebih ceria.  

Rebranding dan Rencana Mini Album

Langkah ini dipandang sebagai upaya penyegaran identitas band, serupa dengan transisi besar yang pernah mereka lakukan di masa lalu.
 
"Kita mau rebranding lagi, kayak waktu itu dari era The Tormented ke Biarlah. Gue ngerasa kayaknya ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas, karena kita selalu gagal bikin lagu berbahasa Indonesia," ujar Onad.
 
“Akhirnya kejadian juga dan kayaknya ini deh yang kita suka. Pop-nya Killing Me Inside Re:union tuh segini,” tambahnya.
 
Kembalinya Onad, Sansan, dan Raka tidak hanya berhenti pada satu single. Mereka telah menyiapkan sederet rencana besar untuk tahun ini, termasuk target perilisan mini album (EP).
 
"Killing Me kan (rilis) single melulu. Nah udah lama nih kita nggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, priority gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:union," tutup Onad.
 
"Senyawa dan Candu" telah resmi dirilis pada 13 Februari 2026 dan sudah dapat dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA