HIMM (Foto: instagram)
HIMM (Foto: instagram)

Kisah Penantian hingga Patah Hati di Album Debut HIMM

Elang Riki Yanuar • 16 Februari 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • HIMM rilis album debut berjudul Selamanya berisi 9 lagu tentang cinta, kehilangan, dan bangkit.
  • Album Selamanya produksi Goss Records jadi tonggak karier HIMM dengan lirik jujur dan reflektif.
  • HIMM sebut Selamanya seperti buku harian cinta, tiap lagu mewakili fase emosi berbeda namun saling terkait.
Jakarta: HIMM yang merupakan nama panggung dari Himawan Darma merilis album debut yang diberi judul Selamanya. Album ini menghadirkan sembila lagu yang mayoritas diciptakan sendiri oleh HIMM. 
 
Melalui lirik yang jujur, reflektif, dan dekat dengan kehidupan sehari hari, HIMM merangkum berbagai fase emosi manusia. Dia bicara soal penantian, kehilangan, kesepian, hingga keberanian untuk bangkit kembali di album ini.
 
Album Selamanya diproduksi oleh Goss Records dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier HIMM sebagai solois. Karya ini bukan sekadar kumpulan lagu yang berdiri sendiri, melainkan sebuah perjalanan emosional yang disusun secara utuh dari awal hingga akhir.
"Album ini saya bayangkan seperti satu buku harian tentang cinta. Setiap lagunya adalah fase yang berbeda, tapi semuanya saling berkaitan," kata HIMM.

Lagu pembuka berjudul “Selamanya” langsung menegaskan arah besar album ini. Lagu tersebut hadir sebagai love anthem yang memaknai pernikahan sebagai komitmen yang dipilih secara sadar dan dewasa. 
 
Dari sana, pendengar dibawa memasuki fase berikutnya lewat “Angan Tentangmu” yang menggambarkan angan yang diam-diam disimpan.
 
Nuansa berubah menjadi lebih ringan dan spontan melalui “Aduh Gila” yang menampilkan manisnya ketertarikan tiba tiba. Namun perjalanan tidak selalu indah. Lagu “Terhenti” memotret momen patah hati saat dunia terasa seolah berhenti berputar, sementara “Jika” merefleksikan harapan yang tak kunjung terbalas.
 
Memasuki paruh kedua album suasana menjadi lebih intim dan kontemplatif dengan nuansa pop rock kental. Lagu “Pengagummu” bercerita tentang cinta dalam diam yang tak pernah terucap. Lagu ini menggambarkan rasa yang dipendam dengan lembut namun menyakitkan.
 
Selanjutnya, "Melawan Sepi" mengangkat tema kesendirian dan proses pendewasaan seiring berjalannya waktu. HIMM juga menghadirkan “Jauh Tak Kembali” yang berbicara tentang merawat kenangan tanpa menggantungkan harapan berlebihan pada masa lalu. Album ini kemudian ditutup oleh “Hey Kamu”.
 
"Sebagai album pertama, saya ingin jujur sepenuhnya. Kalau pendengar merasa terwakili oleh satu saja lagu di album ini, itu sudah sangat berarti," ujarnya.
Dari sisi musikalitas, aransemen album ditangani oleh Irwan Kusumajaya yang juga mengisi bagian keyboard. Sedangkan gitar dan bass diisi oleh Roy Ferrynta. Sementara itu, produser Nina Silvana memberi ruang bagi narasi dan eksplorasi musikal HIMM untuk berkembang secara alami tanpa tekanan formula pasar.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA