Showcase ini menjadi momen penting bagi Danes dalam menandai langkah barunya di industri musik Indonesia. Penyanyi berusia 18 tahun itu tampil percaya diri membawakan sejumlah lagu dari album Camarosa di atas panggung. Suasana semakin hidup dengan penampilan grup musik Jelasdeva dan Noord yang didapuk sebagai pembuka acara.
Di bawah label FireFly Records, Danes tampil dengan karakter musik yang mulai matang. Meski usianya masih sangat muda, ia terlihat nyaman menguasai panggung dan berinteraksi dengan penonton yang memenuhi venue sejak awal acara berlangsung.
Perjalanan musik Danes ternyata tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarganya. Sang ayah, Ainur Rofiq, dikenal sebagai salah satu pendiri organisasi masyarakat OI. Kedekatan keluarganya dengan dunia musik membuat Danes sudah akrab dengan suasana belakang panggung sejak kecil.
Ia bahkan mengaku banyak belajar langsung dari sosok musisi legendaris Iwan Fals. Kedekatan itu menjadi salah satu faktor yang membentuk karakter bermusiknya hingga saat ini.
"Awal main musik juga alasannya karena melihat waktu itu melihat Om Tonton manggung kan, kayak 'oke ini keren banget'. Di satu sisi saya pengen coba melakukan inilah gitu di diri gue gitu kan," ujar Danes Rabani saat ditemui di Coma, Mbloc Space, Jakarta Selatan.
Ketertarikan Danes terhadap musik mulai berkembang serius ketika memasuki usia remaja. Ia sempat aktif membuat konten musik di media sosial sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus menjadi penyanyi profesional.
"Akhirnya tercapai gitu di umur berapa ya, mungkin umur 12 atau 13 tahun, aku coba buka channel YouTube, terus merilis video collab sama Om JJ (Jeje Guitaraddictt). Itu salah satu kolaborator pertama. Langsung hit menurut gue untuk channel yang baru muncul, langsung hit di YouTube," katanya.

Dalam perjalanan bermusiknya, Danes juga banyak mendapat nasihat dari Iwan Fals, terutama saat menciptakan lagu. Ia mengungkapkan bahwa pelantun "Bento" itu pernah menyarankannya untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan menuangkannya ke dalam karya musik.
Momen emosional turut hadir ketika video ucapan dari Iwan Fals diputar di tengah showcase. Kehadiran video tersebut menjadi simbol dukungan besar sang legenda terhadap perjalanan musik Danes yang sudah terjalin sejak lama.
Diketahui, Danes telah aktif tampil di berbagai panggung musik sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Ia bahkan beberapa kali berduet langsung bersama Iwan Fals di berbagai kesempatan, pengalaman yang turut membentuk mental panggungnya sejak dini.
"Udahlah, kayaknya sejak hari itu udah langsung terproklamir bahwa oke kita harus lanjutin nih di industri musik gitu kan. Sampai gue mungkin SMP, SMA, aku jadi melihat banyak band-band, banyak referensi yang gue lihat," kata Danes.
Baca Juga :
Alasan Danilla Garap Album Baru di Bantul
Michael Widjaja selaku General Manager dari Firefly memuji musikalitas Danes. Menurutnya, kemampuan Danes merilis sebuah album penuh di usia 18 tahun merupakan pencapaian yang luar biasa. Michael juga mengungkapkan dirinya telah mengenal sosok Danes bahkan sebelum bergabung bersama Firefly Records.
"Danes merupakan sosok musisi muda dengan paket lengkap dan potensi besar di industri musik," ujar Michael.
Lewat album Camarosa, Danes ingin menunjukkan identitas musikalnya kepada publik. Baginya, memiliki album penuh menjadi langkah penting agar ia dapat lebih bebas mengeksplorasi warna musik yang diinginkan.
Album Camarosa sendiri membawa pesan tentang menerima kenyataan hidup yang tidak selalu berjalan sempurna. Melalui lagu-lagunya, Danes ingin mengajak pendengar agar tetap tenang menghadapi berbagai persoalan hidup.
"Aku di album ini menyampaikan hidup itu nggak selalu sempurna gitu ya. Jadi kayaknya kita harus menjadi individu yang 'nggak apa-apa' gitu. Aku kayaknya berpesan seperti itu di album, jadi apa pun itu halangan, apa pun itu masalah, ya 'nggak apa-apa'. Kayaknya lebih ke sana deh pesannya," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News