Morfem Band (Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)
Morfem Band (Foto:Metrotvnews.com/Agustinus Shindu A)

Serba Spontan Warnai Penggarapan Mini Album Morfem

Agustinus Shindu Alpito • 04 September 2014 16:35
medcom.id, Jakarta: Perjalanan musik Morfem Band penuh spontanitas dan sulit ditebak. Saat sedang asyik-asyiknya mempersiapkan album ketiga, Morfem justru menjuarai sebuah kompetisi band yang diselenggarakan oleh Converse.
 
Kompetisi ini berujung pada sebuah kesempatan bagi Morfem untuk membuat album yang akan dibiayai penuh oleh Converse.
 
Tidak ingin melewatkan kesempatan ini, Morfem mengesampingkan sementara proyek album ketiga mereka dan memanfaatkan hadiah rekaman dari Converse untuk membuat album mini.

"Sebenarnya saat menggarap album ini, kita lagi rekaman album ketiga. Sudah 70 persen (pengerjaan), terus dapat kesempatan ini (membuat album mini). Tadinya album ketiga mau rilis tahun ini, mungkin jadinya tahun depan," kata Pandu Fuzztoni, gitaris Morfem.
 
Spontanitas terus terjadi saat Morfem menggarap album mini yang diberi judul "SneakerFuzz" ini. Salah satunya, ketika Morfem matang dengan enam lagu di album mini, Pandu tiba-tiba memamerkan lagu ciptaannya yang belum memiliki lirik, tepat di penghujung waktu mereka akan rekaman.
 
Gayung bersambut. Jimi Multhazam yang menjadi nahkoda band ini melihat spontanitas Pandu sebagai sesuatu yang dinamis dalam tubuh Morfem. Akhirnya, lagu itu dibubuhi lirik oleh Jimi dan diberi judul "Rayakan Pemenang."
 
"Pandu tiba-tiba kasih tahu lagu baru di saat-saat akhir rekaman. Akhirnya, kita dengerin dan ternyata enak juga. Tadinya, belum ada lirik. Terus, waktu gue dalam perjalanan mau ke Sinjitos Studio, ingat teman-teman gue yang culun-culun sekarang sudah jadi seniman hebat. Ada teman gue yang sering diremehkan karena cita-citanya jadi seniman. Eh, sekarang sudah pameran sampai ke luar negeri," beber Jimi kepada Metrotvnews.com, beberapa waktu lalu.
 
Masuknya lagu "Rayakan Pemenang" di saat terakhir membuat album "SneakerFuzz" terasa bergairah. Morfem lebih lepas di album mini ini dalam melontarkan ide-ide musik dan lirik.
 
"Liriknya (lagu dalam album "SneakerFuzz") lebih ke rock, tentang kerja mati-matian. Lirik tetap sosial, tapi sisinya beda. Seperti waktu kita lagi nongkrong di Bundaran Hotel Indonesia jam tiga pagi, terus mikir, 'Gila jangan di sini nongkrongnya, sekarang sudah jam 3 pagi orang dari Kota banyak yang naik mobil pulang mabuk. Nanti kita tertabrak'," kata Jimi menjelaskan proses kreatifnya yang sangat spontan.
 
"SneakerFuzz" akan dirilis dalam format CD dan digital pada 26 September 2014.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA