Piala prestisius tersebut diterimanya bersama saudara sekaligus rekan kreatifnya, Finneas O'Connell, yang turut memproduseri dan menulis lagu tersebut. Ini menjadi gelar Grammy kesepuluh dalam karier vokalis asal Amerika Serikat itu.
Pada momen kemenangan, pelantun hit “BLUE” itu menyampaikan rasa syukur dan penghormatan kepada sesama nominasi.
"Terima kasih banyak. Aku tidak percaya ini. Semua orang di kategori ini, kalian sangat luar biasa, aku sangat mencintai kalian, dan aku merasa sangat terhormat setiap kali aku berada di ruangan ini,” ungkapnya.
Namun, pidato penerimaan penghargaan tersebut tidak berhenti di situ. Ia melanjutkan dengan pesan politis yang tegas mengecam agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).
“Saya rasa saya tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian. Ya, sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang harus dilakukan saat ini. Saya merasa sangat optimis di ruangan ini, dan saya merasa kita perlu terus berjuang, bersuara, dan berdemonstrasi. Suara kita benar-benar penting, dan rakyat penting, dan persetan dengan ICE,” ujarnya.
Lagu "Wildflower" sendiri merupakan bagian dari album studio ketiganya, Hit Me Hard and Soft, yang dirilis pertama kali pada Mei 2024. Agar memenuhi syarat periode nominasi Grammy kali ini, single tersebut dirilis ulang pada Februari 2025. Strategi tersebut terbukti efektif membawanya kembali ke panggung penghargaan musik bergengsi tersebut.
Dalam kategori yang sama, ia harus bersaing dengan nama-nama besar lain. Pesaingnya termasuk Bad Bunny dengan lagu "DTMF", Doechii ("Anxiety"), Huntr/x ("Golden"), kolaborasi Kendrick Lamar dan SZA berjudul "Luther", serta Lady Gaga dengan "Abracadabra". Tidak ketinggalan, Rosé yang berduet dengan Bruno Mars di lagu "Apt.", dan Sabrina Carpenter dengan "Manchild".
Petugas Penindakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika belakangan ini menjadi sorotan karena bertindak brutal saat menangkap orang yang diduga imigran ilegal. Puncak kecaman terhadap ICE semakin memuncak ketika kematian seorang warga bernama Renee Nicole Macklin Good.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News