Bad Bunny Suarakan ICE Out di Grammy Awards 2026 (Foto: Instagram/grammys)
Bad Bunny Suarakan ICE Out di Grammy Awards 2026 (Foto: Instagram/grammys)

Protes 'ICE Out' di Grammy 2026, Bad Bunny: Kami Manusia, Bukan Alien!

Rafi Alvirtyantoro • 02 Februari 2026 11:25
Ringkasnya gini..
  • Bad Bunny memanfaatkan panggung Grammy Awards 2026 untuk mengecam kebijakan imigrasi dan menuntut perlakuan manusiawi bagi warga Amerika.
  • Melalui pidato kemenangannya, pelantun lagu "MONACO" ini mengajak masyarakat membalas kebencian dengan cinta di tengah tensi politik yang memanas.
  • Aksi berani ini memperkuat posisi Bad Bunny sebagai tokoh vokal yang kini menjadi pusat kontroversi menjelang penampilannya di Super Bowl.
Jakarta: Penyanyi rap Bad Bunny melontarkan protes tajam terhadap agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di panggung Grammy Awards 2026.
 
Dalam ajang penghargaan musik bergengsi tersebut, Bad Bunny berhasil membawa pulang piala untuk kategori Best Música Urbana Album berkat album DeBÍ TiRAR MáS FOToS. Namun, hal yang paling mencuri perhatian publik adalah pidato kemenangannya.
 
Begitu tiba di atas panggung, Bad Bunny langsung menyampaikan poin utama mengenai tuntutannya terhadap ICE dan statusnya sebagai warga Amerika Serikat.

“Sebelum bersyukur kepada Tuhan, saya ingin katakan: enyahkan ICE. Kami bukan orang biadab, kami bukan hewan, dan kami bukan alien. Kami adalah manusia dan kami adalah warga Amerika,” ujar Bad Bunny, dikutip dari Variety, pada Senin, 2 Februari 2026.

Pesan Melawan Kebencian dengan Cinta

Pelantun lagu “MONACO” itu juga menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat mengenai bahaya kebencian. Menurutnya, kebencian hanya akan semakin kuat jika dibalas dengan sentimen yang sama.
 
“Saya juga ingin berpesan kepada semua orang, saya tahu menjaga diri agar tidak membenci di masa sekarang ini sangatlah sulit. Terkadang saya berpikir kita mulai terkontaminasi—saya tidak tahu bagaimana mengatakannya dalam bahasa Inggris. Kebencian akan semakin kuat jika dibalas dengan kebencian,” jelas Bad Bunny.
 
Ia menilai cinta jauh lebih kuat daripada kebencian. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk merespons segala bentuk permusuhan dengan kasih sayang.
 
“Satu-satunya hal yang lebih kuat dari rasa benci adalah cinta. Jadi, tolong, kita harus tampil beda. Jika kita harus berjuang, lakukanlah dengan kasih sayang. Kita tidak membenci mereka. Kita mencintai sesama, kita mencintai keluarga kita, dan itulah cara yang benar. Dengan cinta. Tolong jangan lupakan itu. Terima kasih,” lanjut Bad Bunny.

Kontroversi Penampil Super Bowl dan Kritik Donald Trump

Bad Bunny selama ini memang dikenal vokal dalam menyuarakan kritik terhadap ICE. Sebelumnya, ia sempat menyatakan sengaja menghindari jadwal konser di Amerika Serikat karena mengkhawatirkan adanya penggerebekan oleh lembaga tersebut.
 
Namanya kian menjadi pusat kontroversi setelah diumumkan sebagai penampil utama (headliner) Super Bowl Halftime Show mendatang. Keputusan ini memicu kritik keras dari Presiden Donald Trump serta basis pendukung Partai Republik.
 
Pada Oktober 2025, Donald Trump menyebut keterlibatan Bad Bunny dalam acara tersebut sebagai hal yang "sangat konyol", meskipun Trump juga mengaku "tidak pernah mendengar" nama bintang global tersebut sebelumnya.
 
“Saya tidak tahu siapa dia (Bad Bunny). Saya tidak tahu mengapa mereka melakukannya. Ini gila. Lalu mereka menyalahkan promotor yang mereka sewa untuk memilih pengisi acara—menurut saya ini sangat konyol,” kata Donald Trump.

Ketegangan Sosial dan Tragedi Kematian Good

Aksi protes Bad Bunny ini terjadi di tengah gelombang tuntutan organisasi hak sipil dan kelompok advokasi migran yang mendesak penghentian pengerahan besar-besaran agen ICE. Kemarahan publik saat ini tengah memuncak menyusul kematian seorang warga bernama Good, yang memperkuat desakan peninjauan kembali praktik penegakan imigrasi.
 
Berdasarkan keterangan keluarga dan aktivis lokal, saat insiden terjadi, Good sedang mengikuti patroli warga—sebuah kegiatan komunitas untuk memantau dan mendokumentasikan aktivitas ICE.
 
Namun, pemerintah di bawah Presiden Donald Trump melalui Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan bahwa Good telah menghalangi dan membuntuti agen ICE sepanjang hari. Pihak berwenang mengklaim penembakan tersebut adalah bentuk pembelaan diri karena Good diduga mencoba menabrakkan mobilnya ke arah petugas, sebuah tindakan yang kemudian dikategorikan sebagai aksi terorisme domestik.
 
Tragedi ini menjadi sangat sensitif karena Good tewas ditembak hanya beberapa blok dari lokasi meninggalnya George Floyd pada Mei 2020. Peristiwa tersebut membangkitkan kembali memori kolektif tentang gelombang demonstrasi keadilan rasial yang pernah mengguncang Amerika Serikat pada masa jabatan pertama Trump.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan