Belakangan, nama Dongker semakin dikenal luas oleh penikmat musik Tanah Air melalui album ketiga mereka, Melankolia Radikal. Album berisi 11 trek tersebut merekam berbagai kegelisahan, mulai dari persoalan personal para personel, trauma keluarga, hingga kritik terhadap situasi sosial dan politik Indonesia.
Sejalan dengan semangat yang diusung dalam album tersebut, Dongker menggelar rangkaian pertunjukan bertajuk Melankolia di Kolong. Acara ini telah berlangsung di tiga kota, yakni Bandung di bawah Jembatan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati), Yogyakarta di bawah Jembatan Baru UGM, serta Jakarta di Plaza Kalibaru, Tanjung Priok.
Menariknya, Dongker tidak memungut biaya tiket masuk untuk rangkaian pertunjukan tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengajak penonton membawa buku bacaan atau beras sebagai bentuk kontribusi sosial.
Konsep ini berhasil menarik ribuan para Balada Dongkap, sebutan bagi para penggemar mereka, untuk hadir secara organik. Selain menikmati penampilan band yang digawangi Delphi (vokal, gitar), Arno (vokal, gitar), dan Dzikri (drum), para penonton juga berkumpul untuk menyuarakan kegelisahan mereka terhadap kondisi Tanah Air saat ini.
Dongker Pertanyakan Dugaan Pengawasan Aparat
Di tengah antusiasme terhadap rangkaian Melankolia di Kolong, Dongker kini mengungkapkan dugaan bahwa aktivitas mereka tengah berada dalam pengawasan aparat. Keresahan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Threads mereka pada Rabu, 4 November 2026.
Dalam unggahan tersebut, Dongker mempertanyakan alasan di balik dugaan pemantauan terhadap mereka. Band ini juga menyampaikan kebingungan mengenai maksud dari tindakan pengawasan tersebut.
"Kami benar-benar, kebingungan kenapa kami di awasi gess," tulis Dongker.
Mereka kemudian mempertanyakan apakah dugaan pengawasan itu sekadar tindakan iseng atau justru bentuk unjuk kekuatan dari pihak tertentu.
"Sedang didalami, apakah ini semua hanya iseng belaka mereka? Atau hanya ingin menunjukan kekuatan?" lanjut mereka.
Meski menyampaikan keresahan, Dongker tetap berusaha menenangkan para pendengarnya. Mereka berharap situasi tersebut tidak menghalangi pertemuan dengan para penggemar dalam waktu dekat.
"Yowesla, semoga kita dapat berjumpa dalam waktu dekat ya. Sehat-|{>_>} & waras always," tutup Dongker.
Unggahan tersebut kemudian memancing beragam reaksi dari warganet. Dugaan pengawasan terhadap Dongker turut membuka diskusi mengenai kebebasan berekspresi musisi serta ruang gerak komunitas musik independen di tengah situasi sosial dan politik Indonesia.
Baca Juga :