Tiga anggota PAPPRI, Bens Leo (kiri), Johny Maukar (tengah) dan Aanang Hermansyah (kanan) jumpa pers terkait RUU Permusikan, Senin, 11 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Purba W)
Tiga anggota PAPPRI, Bens Leo (kiri), Johny Maukar (tengah) dan Aanang Hermansyah (kanan) jumpa pers terkait RUU Permusikan, Senin, 11 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Purba W)

Anang Hermansyah Mundur dari Jabatan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Musik

Hiburan Kisruh RUU Permusikan
Purba Wirastama • 12 Februari 2019 09:24
Jakarta: Anang Hermansyah punya setidaknya tiga jabatan sekaligus di seputar polemik RUU Permusikan. Ketika rancangan undang-undang bermasalah ini kian ramai, Anang akhirnya mengajukan pengunduran diri dari salah satu jabatan, yaitu Ketua Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi Musik Indonesia (LSPMI).
 
Baca juga: Anang Hermansyah Menjabat Ketua Uji Kompetensi Musisi, Program Sertifikasi Sudah Berjalan Satu Tahun
 
LSPMI dibentuk pada 2017-2018 oleh Perhimpunan Artis Penyanyi dan Pencipta Lagu Republik Indonesia (PAPPRI), di bawah lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Direkturnya adalah Johny Maukar, seorang pengacara yang juga menjadi Sekjen PAPPRI dan sering bekerja bersama Anang terkait gagasan sertifikasi bagi musisi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketika draf RUU Permusikan dibuka ke publik, salah satu hal yang diprotes adalah kewajiban sertifikasi bagi "pelaku musik" (tidak disebutkan spesifik) agar praktisi tersebut mendapat pengakuan kompetensi. Sementara itu, LSPMI pimpinan Johny dan Anang sudah melakukan uji kompetensi dan sertifikasi sejak 2018 di beberapa kota atas bantuan Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf).
 
Muncul dugaan bahwa "Anang dan RUU Permusikan" erat kaitannya dengan jabatan di LSPMI. Program uji kompetensi tahun lalu dilakukan bersama sponsor, tetapi ke depan, peserta harus keluar uang hingga Rp2 juta untuk bisa mendapat asesmen. Dalam beberapa sertifikat yang telah dirilis LSPMI, tertulis tanda tangan Anang Hermansyah di sana sebagai Ketua LSPMI.
 
Menurut Anang, dia mengundurkan diri dari jabatan LSPMI demi menyudahi prasangka tersebut. Surat pengunduran diri sedang diproses organisasi.
 
"Terkait penunjukan saya sebagai Dewan Pengarah di LSPMI, terus terang saya sudah mengajukan pengunduran diri kepada organisasi, yang sekarang sedang dibahas oleh teman-teman organisasi," kata Anang dalam jumpa pers usai rapat internal PAPPRI di kawasan Matraman, Senin, 11 Februari 2019.
 
"Jadi saya sudah mengajukan pengunduran diri, tinggal menunggu balasan saja. Supaya tidak ada konflik dan prasangka yang sekarang," imbuhnya.
 
Selain menjabat di LSPMI, Anang adalah Ketua Harian PAPPRI dan anggota Komisi X DPR pengusul undang-undang permusikan.
 
Anang juga bercerita bahwa sejumlah opini negatif tentang dirinya terkait RUU Permusikan membuat istri dan anak gundah. Anang, selaku anggota Komisi X DPR pengusul RUU Permusikan, berharap rancangan undang-undang ini bisa segera selesai.
 
"Saya rasa, kalau kita memiliki aturan dalam bermusik, pengakuan buat musisi Indonesia, itu sangat lebih penting daripada sekadar masalah kegundahan keluarga saya. Maka saya jelaskan (kepada keluarga), sabar saja, Insyaallah cepat selesai," ujar Anang.
 
Diskusi tentang masalah RUU Permusikan masih berlangsung di berbagai daerah. Kebanyakan menolak draf rancangan undang-undang ini dan meminta agar kajian naskah akademis dilakukan ulang secara terbuka agar masalah paling mendesak dan luas tentang musik bisa dipetakan.
 
Sementara itu, Badan Keahlian (BK) DPR menggelar pertemuan terbatas di Tangerang untuk merevisi naskah akademis dan draf RUU sekaligus. BK DPR tidak merinci siapa saja praktisi musik yang dilibatkan, tetapi PAPPRI dipastikan menjadi salah satu lembaga yang diundang.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi