Melalui akun Instagram resmi @oneokrockofficial pada Rabu, 7 Oktober 2026, ONE OK ROCK mengunggah kembali cuplikan video klip dan lirik lagu “Delusion:All”. Lagu tersebut merupakan salah satu trek dalam album terakhir mereka, DETOX (2025).
Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena sejumlah warganet menilai pesan dalam lagu “Delusion:All” tidak sejalan dengan sikap Taka dalam menyikapi isu kemanusiaan di Palestina.
“Delusion:All” sendiri memiliki lirik yang mengajak pendengarnya untuk tidak menerima informasi secara mentah-mentah, berani mempertanyakan keadaan di sekitar, serta membebaskan diri dari kungkungan ilusi publik.
Namun, pesan tersebut justru kembali dikaitkan dengan sikap Taka yang sebelumnya dianggap netral terhadap konflik Israel-Palestina. Terlebih, Taka sempat memberikan dukungan kepada sesama musisi, Ed Sheeran, yang belakangan mendapat kritik dari penggemar setelah mencoret rapper Macklemore dari musisi pembuka tur konsernya karena menyerukan “Free Palestine”.
Unggahan video “Delusion:All” yang kini telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali itu pun justru dipenuhi kritik dari penggemar dan warganet.
“Free Palestine!!” tulis akun Instagram @shobiryne_.
Bahkan, salah satu warganet meminta Taka untuk berkaca terhadap pesan yang disampaikan melalui lagu tersebut.
“Sesekali taka nyanyinya depan cermin gitu,” tulis warganet @_anrahma.
“please read the lyrics of your own songs,” tulis akun @freakeysouth.
Sikap Netral Taka Dipertanyakan oleh Fans
Kritik yang bermunculan tersebut tidak lepas dari kekecewaan sebagian penggemar terhadap sikap Taka beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Taka ikut terseret dalam polemik setelah memberikan komentar pada unggahan Ed Sheeran mengenai penampilannya di Philadelphia pada 19 September 2026. Dalam komentarnya, Taka memuji keberanian Sheeran menghadapi tekanan yang muncul akibat persoalan tersebut.
“Ed, itu butuh keberanian. Bagiku, kamu adalah cermin. Penghormatan setinggi-tingginya,” tulis Taka.
Komentar tersebut kemudian mendapat respons keras dari sebagian penggemar. Sejumlah warganet menilai dukungan Taka kepada Sheeran dapat dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina.
Setelah melihat reaksi publik, Taka sempat menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan bahwa komentarnya ditulis karena hubungan personalnya dengan Ed Sheeran.
“Saya bersuara tentang Ed bukan untuk mendukung satu sikap politik tertentu. Saya adalah temannya. Melihat teman saya berada dalam situasi yang sangat sulit dan berusaha menjelaskan dirinya dengan kata-katanya sendiri, saya tidak bisa tinggal diam,” tulisnya.
Sikap Taka yang dianggap “sok netral” tersebut kemudian memicu kemarahan sebagian publik. Sejumlah warganet dan penggemar menilai situasi di Palestina bukan sekadar persoalan politik, melainkan berkaitan dengan isu kemanusiaan dan penindasan.
Salah satu warganet bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa Taka lah yang sebenarnya mengalami delusi karena mendukung Ed Sheeran yang ia anggap sebagai teman dekat, padahal dirinya bahkan tidak di follow back di Instagram.
“Lu noh yg delusional tak, ngebela temen yg bahkan ngefolbek ig juga kagak,” tulis akun warganet @ahdifajar.