Lagu “Rabun Jauh” diciptakan oleh Bernadya bersama Rendy Pandugo, dengan Mohammed Kamga yang juga terlibat dalam penulisan liriknya.
Makna Lagu “Rabun Jauh” - Bernadya
Lagu “Rabun Jauh” menceritakan seseorang yang memiliki penglihatan rabun, namun justru menemukan makna emosional di balik keterbatasan tersebut. Kondisi fisik yang semula dianggap kekurangan diubah menjadi simbol kepekaan batin—sebuah cara bagi Bernadya untuk merasakan kehadiran orang yang dicintai tanpa harus melihatnya dengan jelas.Setiap bait lagu ini menggambarkan kerinduan yang lembut serta keyakinan bahwa cinta sejati dapat dikenali melalui rasa, bukan sekadar mata. Pada akhirnya, lagu ini menjadi refleksi tentang bagaimana cinta dan koneksi emosional melampaui batas fisik, bahkan ketika “radar” hati terkadang tidak menyala seperti yang diharapkan.
Lirik Lagu “Rabun Jauh” - Bernadya
Rabun jauh, dari duluTapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
Baca Juga :
Lirik "Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan", Lagu Baru Pamungkas tentang Berdamai dengan Keadaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News