ilustrasi dengar lagu galau (Foto: instagram)
ilustrasi dengar lagu galau (Foto: instagram)

Kenapa Orang Suka Dengar Lagu Galau Saat Sedih? Ini Alasan Psikologisnya

Elang Riki Yanuar • 29 Juli 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Lagu galau ternyata bukan membuat seseorang makin sedih, tetapi dapat membantu memberi validasi emosi, rasa lega, dan ketenangan.
  • Ade Govinda menyebut lagu galau sebagai teman terbaik bagi pendengar yang sedang sedih karena mampu menemani perasaan mereka.
  • Lagu galau mendominasi tangga lagu Indonesia, dengan sembilan dari 10 lagu teratas Spotify bertema rindu, kehilangan, dan nuansa sendu.
Jakarta: Lagu galau seolah memiliki tempat khusus di hati pendengar Indonesia. Ketika sedang sedih, patah hati, kehilangan, atau merindukan seseorang, banyak orang justru memilih memutar lagu dengan lirik dan melodi sendu. Kebiasaan tersebut ternyata bukan sekadar cara untuk larut dalam kesedihan.
 
Popularitas lagu galau sudah berlangsung sejak era kaset hingga platform streaming musik. Meski tren musik terus berubah, lagu bertema kehilangan, kerinduan, patah hati, dan perpisahan tetap mampu menarik perhatian pendengar dari berbagai generasi.
 
Fenomena tersebut terlihat dalam chart Spotify Top Songs - Indonesia pada 19 Juni 2026. Dari 50 lagu yang masuk dalam daftar, setidaknya sembilan dari 10 lagu teratas membawa tema kerinduan, kehilangan, atau nuansa emosional yang sendu.

Dominasi tersebut menunjukkan bahwa lagu galau masih memiliki daya tarik besar bagi pendengar Indonesia. Di balik popularitasnya, ternyata ada alasan psikologis yang membuat seseorang merasa nyaman mendengarkan lagu sedih ketika suasana hatinya sedang tidak baik.  

Alasan Psikologis Orang Suka Lagu Galau

Psikolog Kasandra Putranto menjelaskan musik bernuansa sendu dapat memberikan rasa tenang sekaligus validasi terhadap emosi yang sedang dialami seseorang. Musik juga dapat menciptakan rasa keterhubungan dan membantu menurunkan ketegangan yang dirasakan tubuh.
 
"Oleh karena itu, banyak orang memilih lagu sedih bukan karena ingin semakin sedih, melainkan karena musik tersebut membantu mereka merasa lebih paham, lebih lega, dan lebih tenang," ujar Kasandra dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.
 
Menurut Kasandra, lirik lagu yang sesuai dengan kondisi seseorang dapat membuat pendengarnya merasa dimengerti. Perasaan sedih yang sebelumnya mungkin sulit dijelaskan akhirnya seperti mendapatkan bentuk melalui kata-kata dan melodi dalam sebuah lagu.
 
“Hal ini sejalan dengan konsep validasi emosional, yaitu kondisi ketika seseorang merasa bahwa emosi yang dialaminya merupakan sesuatu yang wajar dan dapat dipahami,” katanya.
 
Ada pula alasan lain yang membuat lagu galau terasa nyaman didengarkan. Seseorang dapat merasakan dan mengeksplorasi kesedihan melalui musik tanpa harus menghadapi langsung peristiwa yang menyebabkan emosi tersebut.
 
Kasandra mengutip penelitian Tuomas Eerola dan rekan-rekannya pada 2018 yang membahas pengalaman menikmati emosi sedih dalam lingkungan yang aman. Kondisi tersebut memungkinkan seseorang merasakan kedalaman emosinya tanpa harus menghadapi konsekuensi negatif seperti ketika mengalami kejadian menyedihkan secara langsung.
Pengaruh musik terhadap emosi juga dibahas dalam Jurnal Ilmiah Zona Psikologi pada 2022 melalui penelitian berjudul Pengaruh Musik Terhadap Emosi. Musik dengan tempo lambat dinilai dapat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi pendengarnya serta berpotensi digunakan sebagai media terapi.
 
Fenomena lagu galau sebagai teman saat menghadapi kesedihan juga dirasakan musisi Ade Govinda. Sebagai pencipta sejumlah lagu bertema patah hati dan hubungan asmara, ia melihat musik dapat menjadi tempat bagi seseorang untuk merasa ditemani ketika sedang mengalami masa sulit.
 
“Memang kebanyakan pendengar yang lagi sedih atau galau itu membutuhkan teman yang bisa dianggap menemani perasaan yang sedang dirasakan. Teman terbaik itu adalah lagu galau," ujar Ade Govinda.
 
Bagi Ade, kedekatannya dengan lagu galau juga berasal dari pengalaman pribadi. Selama lebih dari satu dekade berkarya, berbagai pengalaman cinta yang ia alami kerap berubah menjadi inspirasi untuk menciptakan nada dan lirik.
 
“Jadi alam bawah sadarku secara tidak sadar langsung mencari gitar atau piano untuk menjadikan perasaan tersebut menjadi sebuah nada dan lirik,” katanya.
Meski demikian, Ade menegaskan penciptaan lagu galau tidak berarti seorang musisi harus selalu berada dalam kondisi sedih. Lagu "Masing-Masing", misalnya, justru menjadi salah satu karya populernya ketika ia sedang menjalani momen bahagia dalam kehidupan pribadi, yakni pernikahan.
 
Untuk mendapatkan emosi yang kuat ketika menulis lagu, Ade juga tidak hanya mengandalkan perasaan yang sedang dialaminya. Ia kerap menggali kembali pengalaman masa lalu atau mengamati kisah orang-orang di sekitarnya sebagai bahan untuk menciptakan karya.
 
“Jadi kita itu harus pintar untuk mengambil perasaan lagi, mungkin perasaan tiga tahun lalu, tujuh tahun lalu, tapi bukan yang dikarang. Ketika kamu sedang berpikir atau mengingat masa lalu, ya kamu benar-benar masuk ke dalam perasaan itu lagi dan membuat lagu,” ungkap Ade Govinda.
 
Pengalaman serupa dirasakan Gloria Jessica atau Glojes, partner duet Ade Govinda dalam lagu "Terbelah Jadi Dua". Penyanyi yang dikenal lewat lagu "Dia Tak Cinta Kamu" itu menilai fase galau merupakan bagian yang hampir tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup manusia.
 
"Lagu galau yang aku nyanyikan sangat relate dengan diri sendiri, karena semua manusia pasti pernah merasakan berbagai fase hidup, salah satunya fase galau. Lagu galau itu ada di fase sedih, kecewa, sakit, marah dan pasti manusia dalam sepanjang dia menjalani hidup, punya dan akan melewati perasaan tersebut,” tutur Glojes.
 
Kenapa Orang Suka Dengar Lagu Galau Saat Sedih? Ini Alasan Psikologisnya
 
Nuansa tersebut juga hadir dalam album terbaru Ade Govinda bertajuk BLUE. Album itu membawa warna yang disebut sebagai galau akut dan kembali mengeksplorasi berbagai emosi yang dekat dengan kehidupan serta hubungan antarmanusia.
Melalui BLUE., Ade Govinda dan Glojes berharap musik dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk menghadapi dan memahami perasaannya. Fenomena lagu galau pun menunjukkan bahwa mendengarkan musik sedih ketika sedang patah hati bukan selalu berarti ingin memperdalam kesedihan. Bagi sebagian orang, lagu galau justru menjadi teman yang membantu mereka merasa dipahami, lebih lega, dan perlahan menemukan ketenangan.
 

 

 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA