Rapper “Not Like Us” itu membawa pulang penghargaan pada kategori Best Rap Album untuk album GNX, Best Rap Song untuk lagu “TV Off,” Best Melodic Rap Performance untuk “Luther” bersama SZA, dan Best Rap Performance atas kontribusinya dalam lagu “Chains & Whips” karya Clipse.
Kemenangan tersebut membawa total penghargaannya menjadi 26 Piala Grammy. Ia secara resmi menggeser posisi Jay-Z yang memiliki total 25 Piala Grammy dan Kanye West dengan 24 penghargaan.
Meski demikian, Lamar masih bisa menaikkan total penghargaan tersebut dengan kategori-kategori umum seperti Song of The Year, Record of The Year, serta Album of The Year yang akan diumumkan pada Malam Puncak Grammy Awards, Minggu (1/2) malam waktu setempat.
Dalam pidato kemenangan Best Rap Album, headliner Super Bowl tahun lalu itu mengungkap bahwa musik hip-hop takkan pernah mati. Ia juga menggunakan musik sebagai media untuk mengekspresikan perasaan sekaligus budayanya.
“Sebuah kehormatan untuk berada di sini… Hip-hop akan selalu ada di sini. Kami akan tetap mengenakan setelan ini dengan gaya, bersama orang-orang kami. Kami akan membawa budaya ini bersama kami,” ucap rapper tersebut.
Lamar memasuki malam dengan 22 kemenangan Grammy dan 57 nominasi. Tahun ini, ia dinominasikan untuk sembilan Grammy, termasuk untuk Album of the Year, Song of the Year, dan Record of the Year.
Sebelum gelaran ke-68 Grammy Awards pada Minggu malam, ia menduduki posisi ketiga sebagai rapper dengan jumlah penghargaan Grammy terbanyak. Tahun lalu, single hit “Not Like Us”—sebuah diss track ditujukan kepada Drake—menyapu berbagai kategori dan membawa pulang lima Piala Grammy.
Ini bukan kali pertama Kendrick Lamar menang di kategori Best Rap Album. Sebelumnya, tiga albumnya telah dinobatkan sebagai album rap terbaik, seperti To Pimp a Butterfly (2016), DAMN. (2018), dan Mr. Morale & the Big Steppers (2023).
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News