Melansir dari laporan The Telegraph, kasus yang dikenal sebagai Epstein Files berakar dari sejumlah laporan terkait dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein, seorang pemodal dengan jaringan pergaulan luas di kalangan elite Amerika Serikat dan internasional.
Dalam dokumen tersebut, sejumlah nama tokoh dunia ikut terseret, mulai dari kalangan miliarder, politikus, hingga selebritas. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah Bill Gates, miliarder asal AS sekaligus pendiri Microsoft, yang disebut sempat menjalin komunikasi dengan Jeffrey Epstein pada 2017.
Dalam dokumen itu, Bill Gates diduga terlibat dalam diskusi melalui email terkait topik yang disebut sebagai “simulasi pandemi”. Komunikasi tersebut mengungkap pembahasan mengenai latihan kesiapsiagaan dan skenario hipotetis, yang memberi gambaran tentang hubungan Gates dengan Epstein sebelum pandemi Covid-19 terjadi.
Meski tidak dijelaskan secara rinci maksud dari istilah “simulasi pandemi” dalam dokumen Epstein Files tersebut, temuan ini kembali memicu perdebatan publik. Terlebih, hal itu mengingatkan pada berbagai teori konspirasi yang menyebut pandemi Covid-19 sengaja diciptakan. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019.
Di Indonesia, salah satu figur publik yang sejak awal vokal menyuarakan keyakinan bahwa Covid-19 merupakan bagian dari konspirasi global adalah Jerinx SID. Pada periode 2020 hingga 2021, Jerinx kerap menyampaikan pandangannya bahwa pandemi bukan semata bencana alam, melainkan hasil rekayasa elite global.
Pernyataan-pernyataan tersebut sempat membawanya berhadapan dengan hukum. Jerinx harus mendekam di balik jeruji besi setelah komentarnya di media sosial dinilai sebagai ujaran kebencian, lantaran menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit (RS) sebagai “kacung WHO”.
Atas perbuatannya itu, Jerinx dinyatakan melanggar Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.
Kini, setelah bebas dan kembali aktif bermusik bersama Superman Is Dead, Jerinx kembali menyuarakan pandangannya melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. Ia menilai dokumen Epstein Files sebagai titik terang atas teori konspirasi yang ia yakini sejak awal pandemi.
"Di awal plandemix saya menulis essay terkait korelasi kropid19 dengan Epstein files, diketawain. Bikin video tentang teknologi penciptaan wabah, dijadikan bahan lawakan," tulis Jerinx di Instagram @true_jrx pada Selasa, 3 Februari 2026.
Ia juga menyinggung berbagai label negatif yang sempat diarahkan kepadanya, termasuk tudingan halusinasi hingga anggapan terjebak efek Dunning-Kruger.
"Halu, miskin empati, narsisis korban echo chambers & efek Dunning Kruger, katanya," lanjutnya.
Baca Juga :
Jutaan Halaman Epstein Files Kembali Dirilis, Ungkap Perjalanan Jeffrey Epstein ke Indonesia
Sebagai penutup unggahannya, Jerinx turut menyindir sejumlah komika dan selebritas Tanah Air yang sebelumnya mengkritik atau menjadikan pandangannya soal teori konspirasi sebagai bahan candaan.
"Kini kebenaran makin menyala. Kacvng WHO, komika & seleb ibu kota kapan kena karmanya ya? Gak usah kena karma dibvnvh or dibui deh. Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing, bisa?," tutup Jerinx.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News