James F. Sundah (Foto: dok. James F. Sundah)
James F. Sundah (Foto: dok. James F. Sundah)

The James F. Sundah Foundation dan ISI Yogyakarta Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta untuk Mahasiswa

Agustinus Shindu Alpito • 18 Juni 2026 12:56
Ringkasnya gini..
  • The James F. Sundah Foundation dan ISI Yogyakarta meluncurkan beasiswa riset hak cipta dan kekayaan intelektual.
  • Program fellowship ini bertujuan mendorong penelitian tentang royalti, hak pencipta, dan perlindungan karya kreatif di Indonesia.
  • Beasiswa James F. Sundah diharapkan meneruskan perjuangan almarhum dalam memperkuat posisi pencipta lagu di industri musik.
Jakarta: The James F. Sundah Foundation bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta meluncurkan program beasiswa riset yang berfokus pada isu hak cipta dan kekayaan intelektual. Program ini diumumkan bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, yang meninggal dunia pada 2026.
 
Yayasan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, tersebut didirikan oleh istri almarhum, Priscillia Sundah Suntoso, dengan tujuan menjaga serta melanjutkan warisan karya, pemikiran, dan nilai-nilai yang diperjuangkan James Sundah selama hidupnya.
 
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan ISI Yogyakarta, kedua pihak sepakat menyelenggarakan James F. Sundah Fellowship Program, sebuah program beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir yang melakukan penelitian mengenai hak cipta, royalti, kekayaan intelektual, perlindungan karya kreatif, hak-hak pencipta, hingga perkembangan regulasi dan kebijakan kekayaan intelektual di era digital.

Program ini juga menggandeng AAPI Creative New York, jaringan kreatif diaspora Asia dan Kepulauan Pasifik yang berbasis di New York.
 
Sejumlah tokoh lintas bidang turut dilibatkan sebagai anggota komite seleksi, antara lain profesional dan eksekutif senior Adi Harsono, musisi dan produser musik Aminoto Kosin, tokoh pers sekaligus mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, sutradara dan penulis Naratama Rukmananda, serta penulis dan wirausahawan Wendi Putranto.
 
Priscillia Sundah Suntoso mengatakan pendirian yayasan tersebut merupakan amanah yang diberikan suaminya untuk menjaga dan mengelola warisan intelektual yang ditinggalkan.
 
“Pendirian The James F. Sundah Foundation merupakan wujud amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya oleh almarhum untuk menjaga, mengelola dan melestarikan karya-karyanya beserta nilai-nilai yang ia perjuangkan sepanjang hidupnya. James selalu mengatakan, ‘no song, no music industry,’ sebuah keyakinan bahwa para pencipta adalah fondasi industri musik dan harus dihargai serta dilindungi hak-haknya. Melalui James F. Sundah Fellowship Program bersama ISI Yogyakarta, kami berharap dapat mendorong lahirnya penelitian yang memperkuat pemahaman mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual serta memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.
 
Menurut pihak penyelenggara, beasiswa ini dirancang untuk mendorong lahirnya kajian akademik yang dapat membantu komunitas seni, akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam memahami sekaligus mengembangkan sistem perlindungan hak-hak pencipta di Indonesia.
 
Rektor ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, M.Sn., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai riset mengenai kekayaan intelektual masih menjadi kebutuhan penting di lingkungan seni dan budaya Indonesia.
 
“ISI Yogyakarta menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kerja sama dan beasiswa dari The James F. Sundah Foundation untuk mendukung riset mahasiswa. Hal ini akan memperkuat literasi yang dibutuhkan masyarakat seni dan khalayak luas, terutama terkait aspek kekayaan intelektual seniman yang masih memerlukan banyak kajian serta edukasi kepada para pemangku kepentingan seni,” katanya.
 
James F. Sundah dikenal sebagai salah satu pencipta lagu paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. Karya-karyanya telah menjadi bagian dari perjalanan budaya populer Indonesia selama beberapa dekade dan terus dinyanyikan oleh berbagai generasi.
 
Melalui program fellowship ini, penyelenggara berharap semangat perjuangan James Sundah dalam memperjuangkan hak-hak pencipta dapat terus berlanjut melalui penelitian dan pendidikan.
 
Wendi Putranto, yang juga menjadi anggota dewan seleksi beasiswa, menilai kontribusi terbesar James Sundah tidak hanya terletak pada lagu-lagunya, tetapi juga pada gagasan yang diperjuangkannya terkait posisi pencipta lagu dalam industri musik.
 
“Warisan terbesar James F. Sundah bukan hanya ada di lagu-lagunya, melainkan juga berbagai pemikiran serta perjuangannya untuk menempatkan pencipta lagu pada posisi yang layak dan strategis dalam ekosistem musik Indonesia. Beasiswa riset ini menjadi cara yang tepat untuk meneruskan pemikiran tersebut kepada generasi baru melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan pengetahuan, khususnya terkait Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual yang hingga saat ini kondisinya masih sangat menantang di Tanah Air.”
 
Pendaftaran program beasiswa riset perdana ini dijadwalkan dibuka pada Tahun Akademik 2026–2027.
 
The James F. Sundah Foundation merupakan organisasi nirlaba yang didirikan untuk melanjutkan warisan pemikiran dan perjuangan James Freddy Sundah melalui program pendidikan, penelitian, pengembangan seni budaya, perlindungan hak-hak pencipta, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.
 
Sementara itu, ISI Yogyakarta merupakan perguruan tinggi seni negeri yang berdiri sejak 1984 dan saat ini menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang diploma hingga doktoral melalui Fakultas Seni Rupa, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Fakultas Seni Media Rekam.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA