Jakarta: Noel Gallagher punya cara tersendiri untuk menggambarkan hubungan Johnny Marr dengan gitar. Dalam percakapan keduanya menjelang lelang koleksi gitar Marr di Christie’s London, Gallagher menyebut gitaris The Smiths itu selalu “gung-ho” dalam urusan instrumennya.
“Gung-ho” dalam konteks ini merujuk pada sikap Marr yang sangat antusias dan berani ketika memperlakukan atau menggunakan gitar-gitarnya. Gallagher mengingat bagaimana Marr dahulu mengirimkan sejumlah gitar miliknya ketika Oasis sedang merekam album Definitely Maybe.
“Kamu memang selalu agak berlebihan soal gitar-gitarmu. Saya ingat ketika Oasis pertama kali merekam Definitely Maybe, kamu mengirimkan beberapa gitar karena saat itu kami masing-masing hanya punya satu gitar,” ujar Gallagher.
Salah satu gitar yang dimaksud adalah Rickenbacker 330 berwarna hitam keluaran 1982. Instrumen tersebut kemudian muncul di sampul singel “Supersonic” milik Oasis. Sebelum digunakan Oasis, gitar itu merupakan salah satu instrumen penting Marr bersama The Smiths dan dipakainya untuk memainkan lagu-lagu seperti “This Charming Man” dan “What Difference Does It Make”.
Kini gitar tersebut kembali berpindah tangan. Rickenbacker itu akan ditawarkan dalam lelang Marr’s Guitars: The Johnny Marr Collection di Christie’s London pada 17 September 2026, dengan estimasi harga mencapai £80.000 atau sekitar Rp1,90 miliar.
Namun Rickenbacker bukan satu-satunya instrumen bernilai tinggi dalam koleksi tersebut.
Salah satu gitar dengan estimasi tertinggi adalah Gibson ES-355 TDSV berwarna cherry yang diperkirakan terjual antara £100.000 hingga £150.000, atau sekitar Rp2,38 miliar hingga Rp3,57 miliar. Gitar tersebut memiliki sejarah penting dalam perjalanan The Smiths karena dibeli untuk Marr oleh pendiri Sire Records, Seymour Stein, ketika band tersebut menandatangani kontrak dengan label itu. Marr kemudian menggunakannya untuk memainkan bagian yang menjadi cikal bakal “Heaven Knows I’m Miserable Now”.
Balai lelang Christie’s menyebut koleksi tersebut terdiri dari sekitar 95 lot, dengan estimasi harga mulai dari £1.000 hingga £150.000, setara sekitar Rp23,8 juta hingga Rp3,57 miliar per lot. Selain gitar, lelang juga mencakup amplifier, piringan emas dan perak, harmonika, poster, serta memorabilia dari perjalanan karier Marr.
Ada pula Gibson ES-295 keluaran 1952 yang diperkirakan mencapai £20.000 hingga £30.000, atau sekitar Rp476 juta hingga Rp714 juta. Sementara Gibson Les Paul Gold Top 1957 memiliki estimasi £40.000 hingga £60.000, setara sekitar Rp952 juta hingga Rp1,43 miliar.
Koleksi tersebut mencerminkan perjalanan Marr sejak era The Smiths hingga berbagai proyek setelahnya. Sejumlah instrumen pernah digunakan dalam rekaman dan pertunjukan bersama The Smiths, The Pretenders, The The, Electronic, The Healers, Modest Mouse, dan The Cribs.
Keputusan melelang gitar-gitar tersebut bukan semata soal nilai finansial. Marr mengatakan gagasan itu muncul setelah ia melihat kembali gitar-gitarnya usai buku Marr’s Guitars terbit pada 2023. Ia tidak ingin instrumen tersebut hanya kembali disimpan di gudang.
“Saya mulai membayangkan orang-orang memiliki benda-benda yang sudah bersama saya sepanjang hidup, melihatnya setiap hari dan menciptakan momen mereka sendiri,” kata Marr.
Hubungan Marr dengan Gallagher sendiri juga menjadi bagian dari sejarah koleksi tersebut. Marr pernah memberikan sejumlah gitar kepada Gallagher ketika Oasis masih berada di awal perjalanan mereka. Salah satu pemberian itu bahkan ikut memengaruhi proses kreatif Gallagher dalam menulis lagu.
Gallagher juga mengaku bahwa Marr menjadi salah satu alasan dirinya tertarik pada gitar Gibson berwarna merah. Ia mengatakan dirinya melihat Marr memainkan gitar tersebut di Top of the Pops dan kemudian terinspirasi untuk memiliki gitar serupa.
Bagi Marr, gitar bukan sekadar benda koleksi. Setiap instrumen memiliki hubungan dengan lagu, periode tertentu dalam hidupnya, dan cara ia membentuk musik. Karena itu, pelelangan ini sekaligus menjadi cara bagi Marr untuk melepaskan sejumlah benda yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan musikalnya.
Sebanyak 10 lot dalam lelang tersebut akan didonasikan 100 persen dari harga palu lelangnya untuk mendukung The Guide Dogs for the Blind Association dan The National Autistic Society.
Dengan demikian, gitar-gitar yang selama ini menjadi bagian dari sejarah The Smiths, Oasis, dan perjalanan musik Marr akan memasuki babak baru. Dan seperti gambaran Gallagher tentang Marr, sikap “gung-ho” sang gitaris terhadap instrumennya kini berujung pada sebuah lelang yang memungkinkan koleksi tersebut kembali dimainkan oleh pemilik baru.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan