Melalui pernyataan terbuka, mantan pemain Chelsea dan Arsenal itu menyebut bahwa kejadian yang melibatkan putrinya dengan petugas keamanan musisi itu adalah sebuah kesalahpahaman. Ia juga menilai bahwa kasus tersebut sudah beres.
“Saya menyampaikan pernyataan awal saya saat emosi sedang memuncak, setelah mendengar bahwa anak dan istri saya didekati oleh seorang petugas keamanan laki-laki dewasa dengan cara yang mengintimidasi,” tulis Jorginho lewat akun Instagram @jorginhofrello, Selasa (14/4).
Lanjutnya, “Saya bereaksi seperti yang akan dilakukan oleh ayah pada umumnya. Prioritas saya adalah, dan akan selalu, melindungi keluarga saya, dan itulah persis yang saya lakukan.”
Saat itu, Chappell Roan sedang mengunjungi Brasil dalam rangka kembali tampil di Festival Lollapalooza; dua tahun setelah menarik jumlah audiens terbanyak sepanjang sejarah ketika debut.
Jorginho mengaku bahwa ia mengambil tindakan tersebut berdasarkan informasi yang banyak beredar. Kini, ia sadar bahwa beberapa klaim yang diceritakan tentang insiden di hotel São Paulo, Brasil, tidak sesuai dengan kenyataan.
Setelah Chappell Roan membuat pernyataan publik, musisi itu juga menghubungi istri Jorginho, Catherine Harding, serta berdiskusi dengan tim mereka. Obrolan tersebut membuat segala spekulasi menjadi jelas, menurut pemain bola Flamenco itu.
“Ternyata dia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi saat sarapan dan tidak meminta siapa pun untuk mendekati mereka. Dia bersikap pengertian dan empati terhadap apa yang menimpa anak kami,” akuinya.
Ia juga menekankan bahwa petugas keamanan tersebut tidak memiliki keterlibatan apapun dengan Roan. Staf itu juga telah menulis pernyataan terbuka kalau ia tengah mewakili artis lain di hotel pada saat yang sama.
“Meskipun kami masih belum tahu apa yang mendorongnya (petugas keamanan) untuk mendekati mereka, dan juga tidak percaya bahwa anak berusia 11 tahun bisa dilihat sebagai ancaman keamanan, sekarang sudah jelas bahwa ia tidak bertindak atas nama Chappell,” ungkapnya.
“Pada akhirnya, ini hanyalah kesalahpahaman dalam hal tersebut, dan saya senang dapat meluruskan hal ini. Bagi saya, penting agar hal ini diklarifikasi secara adil dan akurat. Saya menyesali dampak yang ditimbulkan oleh situasi ini terhadap Chappell Roan, Catherine, Ada, dan keluarga kami,” tambahnya.
Insiden yang terjadi pada 21 Maret ini menjadi sorotan media sosial serta media konvensional Brasil selama berminggu-minggu. Bahkan, Walikota Rio de Janeiro Eduardo Cavaliere berencana untuk mencekal Chappell Roan untuk tampil di kotanya.
Di akhir pernyataan, ia menegaskan bahwa ia tidak mendukung atau mendorong ujaran kebencian serta serangan daring dari pihak mana pun. Jorginho menekankan kalau persoalan ini sudah selesai.
Insiden Antara Keluarga Jorginho dan Chappell Roan
Pemain sepak bola tersebut awalnya menuduh bahwa pengawal Roan mendekati putrinya yang berusia 11 tahun dan ibunya di sebuah restoran hotel di Brasil; tempat sang bintang pop juga tengah makan.Dalam unggahan di Instagram, Jorginho menceritakan bagaimana putrinya melihat Roan di restoran dan berjalan ke meja penyanyi itu untuk memastikan apakah dia benar-benar melihatnya.
Setelah putrinya kembali ke meja mereka, seorang petugas keamanan mendekati mereka dan menegur ibu dan anak itu karena mengganggu dan tidak menghormati orang lain. Jorginho mengatakan bahwa kejadian tersebut membuat putrinya sangat terguncang.
Reaksi keras terhadap Roan langsung muncul. Orang-orang membanjiri media sosial untuk menuduh penyanyi tersebut membenci penggemarnya, dengan mengutip insiden-insiden sebelumnya di mana Roan meminta agar dibiarkan sendiri oleh paparazzi sebagai buktinya.
Roan pun mengunggah versinya lewat sebuah video Instagram setelah insiden tersebut. Musisi berusia 28 tahun itu menjelaskan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan petugas keamanan yang mendekati keluarga Jorginho.
“Aku bahkan tidak melihat seorang ibu dan anak. Serius, aku tidak melihatnya. Tidak ada yang menghampiriku. Tidak ada yang menggangguku. Aku tidak meminta petugas keamanan itu untuk menghampiri ibu dan anak tersebut,” tutur Roan.
Petugas keamanan yang menjadi pusat kontroversi, Pascal Duvier, akhirnya angkat bicara dalam pernyataan publiknya sendiri.
Duvier membenarkan pernyataan Roan bahwa ia bukan bagian dari tim pengawalnya dan ia mengambil tanggung jawab penuh atas apa yang terjadi. Duvier mengungkapkan bahwa ia berada di hotel sebagai anggota tim pengamanan bintang pop lain dan bahwa Chappell serta timnya tidak ada hubungannya dengan tindakannya.
Billboard mengonfirmasi laporan Daily Mail bahwa Duvier berperan sebagai anggota tim keamanan Sabrina Carpenter karena penyanyi “Espresso” itu juga berada di kota tersebut untuk tampil di Lollapalooza.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News