"Lagu ini adalah refleksi gue tentang keadaan psikilogi manusia sekarang yang cara menjalani hidupnya sedang mengalami perubahan radikal. Gue, personally, ngerasa ketajaman naluri/natural instinct kita makin berkurang dan kecurigaan gue, perubahan ini berhubungan sama cara berpikir kita yang makin mirip seperti AI," kata Zeke.
Perkembangan teknologi dirasa begitu cepat. Manusia nyaris selalu bergantung pada teknologi. Zeke sekaligus mencoba menemukan kembali dirinya sebagai manusia seutuhnya dalam Floating Brain.
"Sekarang gue berusaha kembali menemukan diri gue yang ikut dalam perubahan itu, sembari berharap semuanya belum terlambat," kata Zeke.
Video musik Floating Brain dikerjakan Anggun Priambodo dan Ladya Cheryl. Dalam durasi 3 menit 5 detik menampakkan perjalanan seorang penjahit bernama Pak Dulah bersama mesin jahit.
Floating Brain dari Zeke and the Popo sudah dapat didengar secara digital sejak 12 Mei 2020. Video musiknya dapat disaksikan melalui YouTube Zeke and the Popo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News